Tampilkan postingan dengan label Honda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Honda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2018

Yamaha Lexi 125, Mio 125 series, Honda Vario 125

Oke, ketiga motor di judul itu sama-sama memiliki kapasitas ruang bakar 125 cc. Di pihak Honda punya Vario 125 yang baru saja mendapatkan update pada tampilannya. Punya basis desain sama dengan Vario 150 tetapi beda di detail finishingnya. Jika Vario 150 diberikan kesan elegan dengan warna yang polos tetapi berkarakter kuat dan dewasa, maka Vario 125 lebih ke arah sporty dengan penambahan stripping atau decal sebagai identitasnya. Garis bodi kedua motor andalan Honda ini tidak menampakkan bahasa design sebagai yang kita kenal dengan big scooter. Mereka bertahan dengan siluet racy yang serba lancip, bodi belakang nungging dan bagian depan yang nampak menunduk. Apalagi di update terbarunya setang sepertinya lebih menekuk ke dalam dan dibungkus dengan cover yang cukup mungil.
Di sisi Yamaha saat ini cc terkecil varian matic memang sudah 125 cc semua. Sebenarnya di judul itu kurang X-ride yang mengusung mesin sama dengan Mio. Mio terbaru saat ini adalah Mio S yang memiliki bahasa desain lebih normal dan kalem tidak racy maupun big scooter look. Dia lebih 'biasa' dan terkesan dibuat memang untuk entry level. Mio S ambil basis seperti desain Mio Soul generasi pertama dengan sudut-sudut yang membulat.
Yamaha punya satu 125 cc lagi yang kebetulan baru diluncurkan yaitu Yamaha Lexi yang diposisikan sebagai maxi scooter. Desain Lexi lebih sederhana bila dibandingkan dengan N-Max. Jujut di mata saya dulu N-Max sangat tidak menarik karena tidak mempunyai desain yang mengalir enak. Dia tampak tegak pesek di bagian depan tetapi hampir datar di bagian samping hingga belakang. Tetapi kenyataan bicara lain. N-Max justru laris manis karena beberapa faktor menurut saya. Yang pertama dibantu oleh Honda. Kenapa Honda malah bantu? Karena saat itu ada PCX impor yang harganya sundul langit untuk ukuran matic 150 cc. Maka banyak konsumen yang ngidam PCX beralih ke N-Max. Yang kedua mulai banyak konsumen yang butuh diferensiasi desain motornya. Jika sebelumnya hampir semua matic beorientasi racing look dengan ujung lancip dan bodi nungging, maka kehadiran N-Max jadi pembeda. Yang ketiga tidak bisa dibantah N-Max memiliki posisi berkendara yang sangat nyaman meski beberapa bilang shock breaker belakangnya cukup keras. Tetapi secara ergonomi, Vario kalah jauh untuk kenyamanannya.
Kembali ke Lexi, dia menganut bahasa yang sama dengan N-Max, tampak tegak pesek di depan bahkan jauh lebih sederhana tanpa ada banyak lekukan. Dan tampak kalem di samping hingga belakang.
Entah apakah Lexi nanti bisa mengulang kesuksesan N-Max atau tidak karena di harga tertingginya yang hampir 23 jutaan bersaing dengan New Vario 125.
Kita lihat beberapa bulan ke depan.
Salam.

Selasa, 17 April 2018

Batok Stang Honda Vario 150 2018

Oke, kemarin 16 April 2018 AHM resmi mengenalkan Vario 150 dan 125 terbarunya. Update terbanyak tampak pada bagian body. Meski tidak meninggalkan guratan utama dari model sebelumnya rupanya bagian dada mengadopsi milik New PCX lokal yang juga produk baru yakni dengan gaya mata beralis. Jadi di atas lampu utama ada DRL yang panjang dari tengah hingga atas.
Penambahan DRL panjang ini menyebabkan dada sang Vario tampak membusung sehingga batok stang tampak kecil dan jadi mirip modifikasian jaman dulu.

Jadi dulu pas SD atau SMP masih ngetrend lah modifikasi gaya road race ala Hendriansyah. Leher penopang stand sengaja dipotong agar posisi kemudi jadi lebih randah dan bisa menunduk abis saat digeber. Tak jarang mereka mengorbankan fungsi lampu jadi tidak standar lagi. Ada yang jadi sorot lampunya mendongak bahkan banyak pula yang rela buta tanpa lampu. Karena saat itu semua motor lampunya di setang.

Kembali ke Vario. Rupanya Honda membedakan velg di varian 150 dengan 125. Vario 125 masih memakai model palang lurus seperti tipe sebelumnya sedangkan yang 150 cc memakai model baru yang menurut saya lebih cocok dengan aliran lekuk bodi si matic ini.

Dek kaki rupanya masih setia dengan model datar jadi bisa untuk beli air atau gas. Mungkin ini sudah riset dengan karakter konsumen di Indonesia. Yang mengagetkan justru di bagian belakang. Lampu sein dibikin nempel dengan spakbor seperti motor laki CB/CBR misalnya.Lampu rem sendirian nempel di bodi. Ini sih secara safety jadi peningkatan lebih baik, karena pemisahan lampu sein dan lampu rem akan memudahkan pengendara di belakang dalam memantau sinyal yang diberikan si pengendara Vario.

Demikian, mungkin sebentar lagi motor-motor ini sudah akan didistribusikan di daerah-daerah dan tak sabar rasanya mencoba joknya yang terkenal keras!

Salam

Selasa, 28 Juli 2015

Africa Twin? Honda CRF1000L

Bro semua...
Saya termasuk masih awam dalam hal pengetahuan roda dua dunia. Tahunya Honda Supra mulu...hehehe. Jebul di luaran sana ada legenda adventure dari sang raksasa Jepang, Honda. Terkenal dengan nama Africa Twin... Hehehe Kembar Afrika... Maksude opoooo. Nanti dibahas di artikel terpisah saja yah.

Ternyata rumor kedatangan versi barunya Africa Twin ini sudah lama, man. Penasaran jadulnya Africa Twin? Nih bisa dikira-kira buatan tahun berapa itu..

Yap.. dibuat di rentang tahun 1989 hingga 2003 Africa Twin dulunya bukan keluarga CRF melainkan dia memiliki nama XRF750. Memiliki bodi bongsor dengan ground clearance tinggi khas motor petualang.

Kembalil ke yang versi baru. CRF1000L dibenamkan di sasis cast aluminium  twin spar yang merupakan mesin yang sama sekali baru untuk Africa Twin. Dengan kapasitas bersih 998 cc dua silinder segaris sang africa Twin dilengkapi teknologi transmisi baru, man. Honda menamakannya Dual Clutch Transmission (DCT) yang mana memungkinkan pengendara bisa memilih transmisi manual atau otomatis. Oya? Hambuh..
menurut mereka sih saat mode otomatisnya on, ada komputer pintar yang tetap mengatur optimalisasi torsi saat menanjak dan engine brake saat menurun untuk membantu pengereman meski sudah ABS.

Seperti sobat ketahui engine brake diperlukan banget untuk jalan menurun agar motor mudah dikendalikan dengan feel manusia. Hehehee.

Rem ABS nya sendiri juga disematkan fitur switchable. Artinya bisa dinonaktifkan terutama utntuk yang roda belakang. Gunanya mungkin untuk manuver-manuver tertentu (ngepot) saat beraksi di lintasan off road yang kadang memang dibutuhkan untuk mengendalikan arah kuda besi saat dalam kecepatan tinggi di tikungan...srooook!!

Sobat bisa tengok ini desain Africa Twin yang baru. Bodi nampak lebih ramping dan memiliki shroud yang Honda banget. Mirip-mirip tebeng CBR. Di motorcyclenews.com disebut desain CRF100L ini agar memungkinkan sang rider untuk berpetualang di lintasan offroad sekaligus berdamai di lintasan aspal. Di sisi lain desain seperti ini juga tidak menyulitkan untuk yang pengen menggunakan sang petualang untuk motor harian. Komplet.

Saingan Honda CRF100L Africa Twin ada KTM 1190 Adventure R dan BMW R1200GS Adventure. Meski sebenarnya kalau disandingkan secara head-to-head tidak terlalu sepadan. Namun hal lain seperti kemudahan yang diberika Honda dengan Dual Clutch Transmissionnya bisa jadi daya tarik tersendiri untuk pemula. Tertarik?

Semoga berguna....

sumber: motorcyclenews.com dan kompas.com

Produk Honda dan BBM yang Cocok

Bro semua...
Disadur dari Kompas.com disini , produk AHM yang komplit mulai dari skutik entry level, bebek, sport sampai yang big bike memiliki spesifikasi yang tentu saja berbeda. Semenjak dirilisnya BBM baru berngaran pertalite yang punya RON 90 tersebutlah (hehehee..kayak dongeng) seorang dosen teknik mesin ITB, Tri Yuswidjajanto membeberkan kecocokan bahan bakar untuk produk Honda. Mengapa Honda aja? Hehehehe meneketehe...



Pak Yus ini ternyata ikut menjadi anggota tim peneliti Pertalite. Beliau menjelaskan spek mesin sebaiknya sesuai dengan kadar RON suatu bahan bakar, "Menggunakan bahan bakar memang harus disesuaikan dengan rasio kompresi. Terlalu rendah spek bahan bakar akan berkurang tenaganya, kalau terlalu tinggi juga tidak maksimal terhadap mesin kendaraan," ujarnya.

Bahan bakar dengan kadar RON 88 (Premium)ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, 10-11, cocok pakai RON 92 (Pertamax). Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih ccock pakai RON 95 (Pertamax Plus).

Nih detailnya..

Model Sepeda Motor Honda dan Konsumsi BBM-nya

Bebek
Kompresi
Bahan Bakar
New Honda Blade
9,3 :1
Pertalite
New Revo FI
9,3 :1
Pertalite
New Supra X FI
9,3 :1
Pertalite
Supra X PGM-FI
9,3 :1
Pertalite
     
Skutik
Kompresi
Bahan Bakar
Beat Pop eSp
9,5 : 1
Pertalite
All New PCX
10,6 : 1
Pertamax
All New Scoopy eSP
9,5 : 1
Pertalite
Spacy PGM FI
9,2 : 1
Pertalite
Vario 125 eSP
11,0 : 1
Pertamax
Vario 150 eSP
10,6 : 1
Pertamax
New Vario FI
9,2 : 1
Pertalite
     
Sport
Kompresi
Bahan Bakar
CBR 150R
11,0 : 1
Pertamax Plus
CBR 250R
10,7 : 1
Pertamax
Mega Pro FI
9,5 : 1
Pertalite
Verza
9,5 : 1
Pertalite
     
Big Bike (moge)
Kompresi
Bahan Bakar
CB 500 F
10,7 : 1
Pertamax
CB 500 X
10,7 : 1
Pertamax
CB 650 F
11,4 : 1
Pertamax Plus
CBR 1000 RR
12,3 : 1
Pertamax Plus
CBR 650 F
11,4 : 1
Pertamax Plus
NM4 Vultus
10,7 : 1
Pertamax

Pada prakteknya mungkin untuk bro semua yang di daerah-daerah yang agak kesuitan mendapatkan pertamax biasanya memaksa kendaraannya minum premium yang beroktan rendah 88. Secara kasat mata sih memang tidak terlalu berefek ya.

Yang baru saya tahu malah itu CBR 150 R kompresinya malah ebih tinggi dari yang 250 cc. Justru Kompas keliwatan dengan memasukkan CB150R StreetFire ke daftar itu. Kompresi CB150SF sih sama saja dengna CBR 150 R New.

Pertalite sekarang ini dijual 8.400 rupiah dan kabarnya beberapa bulan kemudian disesuaikan lagi harganya di rentang 8.700 sampai 8.900 rupiah. Semoga saja Pertamina mempercepat  penyebaran pertalite ini ke pelosok. Kenapa, karena lihat saja list di atas. Baik di kota maupun desa motor-motor canggih itu ada. Di Jepara CBR150R aja bejibun yang pede nenggak premium. hehe

Semoga berguna.

sumber: Kompas.com dan lainnya












Senin, 21 Januari 2013

Motor Baru

Produsen sepeda motor di Indonesia gempur-gempuran mengisi ceruk harga yang belum terisi. Setidaknya beginilah analisa para blogger top macam indobiker, tmcblog atau iwanbanaran. Perang antara dua pabrikan terbesar, Honda dan Yamaha menjadi yang terpanas. Masing-masing punya strategi sendiri-sendiri.

Baru saja kita dibikin heboh dengan pemberitaan yang massive tentang perang CB150R SF dengan Vixion Lightning bulan sudah muncul lagi motor baru dari kedua pabrikan tersebut. Honda yang beberapa tahun kemarin dihajar Vixion untuk segmen motor sportnya 'ngamuk' dengan sekaligus menelurkan dua jagoan dalam jangka waktu yang berdekatan. Hebohnya si teralis CB150R sudah kita dengar setahun lalu dari terawangan para blogger senior akhirnya terbukti memang dikeluarkan Honda. Berbekal mesin turunan dari CBR150R yang DOHC injeksi, CB head to head dihadapkan langsung dengan Vixion. Kabar santer keduanya sempat gempar selama berbulan-bulan. Waktu peluncurannya pun ditempatkan di munggu yang sama. Bener-bener duel.
Honda Verza 150, mengembalikan kegagahan Mega Pro (gambar: stephenlangitan)
Seperti baru kemarin Honda gegeran sama Yamaha di kelas 150 cc ini muncul lagi varian lain dengan kubikasi sama yang dilabeli Honda Verza 150. Sebenarnya kabar akan munculnya motor ini sudah sayup-sayup terdengar sejak lama. Bisikan para blogger meluas di dunia maya. Ini salah satu bukti Honda ingin merebut segmen motor laki dari Yamaha. Jika CB150R dihargai sekitar 22 jutaan maka si Verza yang mengusung mesin mirip New Mega Pro dipatok di angka 16-17 jutaan. Ngeri....karena ceruk harga segitu biasanya ditempati bebek-bebek super sepert Satria FU 150, CS-1 dan Jupiter MX. Ini dengan uang yang hampir setara sudah dapat motor laki yang termindset lebih tangguh dari bebek. Honda konsisten dengan anggapan masyarakat yang terlanjur menganggap motor Honda irit bandel dan tahan lama serta operasional banget. Kuat untuk beban berat juga termindset untuk pabrikan Honda. Mungkin Honda belajar dari NMP bahwa konsumen di negara kita lebih menyukai desain ala Mega Pro lama yang double shock, ini si Verza juga pede dengan shock stereo.

Pengabut bahan bakar Verza sudah injeksi. Untuk pelek tersedia versi palang dan jari-jari. Sedangkan spidometer info terakhir yang penulis baca dari blognya kang Iwan Banaran berdesain cukup modern namun minus rpm meter. 

Di segmen skutik, motor baru yang hadir dalam waktu dekat ini ada Yamaha Xeon RC. Merupaka produk lanjutan dar Xeon lawas yang sudah beredar di Indonesia tapi keberadaannya semakin tergerus hadirnya Vario 125 PGM-FI. Honda membekali banyak vitur unggulan untuk si Wantufaiv. Seperti yang sudah ada di skubek h=Honda lain yaitu parking brake lock dan side stand switch untuk fitur keselamatannya. Kali ini Yamah tak malu-malu menerapkannya pada produk baru mereka si Xeon RC. Rem parkir di Xeon diistilahkan dengan Smart Lock System sedangkan standar sampingnya diberi nama Smart Stand Switch.

Yamaha Xeon RC lawan tangguh Vario 125 PGM-FI (gambar: kompas otomotif)

 Sebenarnya ada satu lagi yang masih samar-samar akan dijadikan motor baru di Januari ini. Adalah Kawasaki yang kabarnya akan menelurkan turunannya ER6N dengan mesin Ninja. Rumor ini sudah ramai di blog-blog. Namun pihak Kawasaki lebih suka produk ini tetap misterius untuk ke depannya.

Beginikah calon Ninja 250 FI 'telanjang'?
Semoga artikel yang tak seberapa ini membantu.

Tigor

Selasa, 13 November 2012

Model mana yang lebih cocok dijual di Indonesia?

Sudah tersebar di web-web atau blog baik internasional maupun nasional, Honda global produk merilis enam jenis motor baru. Selain empat di bawah ini ada lagi Honda Goldwing F6B mewakili moge laki touring dan NSS300 Forza mewakili matic raksasa ekstra nyaman. Di sini TPblog khusus membahas aliran desain empat  motor lain dari enam selain dua motor tadi. Alasannya di Indonesia sedang mewabah motor sport baik yang berfairing maupun model telanjang alias naked. Kita ulas satu persatu model seperti apakah yang paling pas untuk pasar Indonesia. Monggo....
Model naked tampak lebih akrab untuk kebanyakan orang Indonesia (gambar dari cycleworld.com)
Yang pertama ada Honda CB500F. Yang ini jelas sudah ada kemiripan dengan jagoan baru Honda Indonesia yaitu Honda CB150R. Bisa diartikan model seperti ini yang paling cocok dengan Indonesia karena pasti tim R&D nya sudah riset dan ternyata model seperti ini akan diaplikasikan ke mesin 150 cc nya CB. Apa iya? Kita lihat yang lain...

Crossover baru Honda. Kalo sudah ada CB150R, model gini mau dimusuhkan siapa? (gambar dari motorcycleworld.com)

Model kedua yang mirip-mirip CS-1 yang kurang laris di tanah air. Honda CB500X. dari seri X nya saja ketahuan ini kelamin crossover. Sama juga kayak CS-1. Tetapi apakah konsumen Indonesia doyan model beginian? Berkaca dari kasus kurang merakyatnya CS-1 model begini kalau maksa dijual misal namanya Honda CB150X kelihatannya terlalu berlebihan. Karakter Honda Indonesia lebih suka rebutan kue di segmen yang sama dengan kompetitor. Maka TPblog bilang model ginian bakal kurang laris bo... Lagipula biasanya Honda suka melawan merk lain head to head, dan jika membuat segmen baru banyak gagalnya.. hehe contohnya ya CS-1 itu tadi juga Revo matic yang jarang seliweran di jalan.
Aroma sport tapi ergonomi nyaman, model agak nanggung. (gambar dari cycleworld.com)
Honda CBR500R ini sebenarnya cukup manis, hanya saja kurang keren. Istilah fotografi komposisinya kurang enak dilihat. Kita pantengin dari depan. Batok lampu dan tudung depan jika dilihat dari samping tampak mbendhol dan kegedean. Setang tinggi dan jok depan agak lebih rendah. Serta jok belakang yang 'akrab' untuk boncenger. Nampaknya Honda memang menyasar kenyamanan untuk motor ini. Meski baju sport tulen tapi sekilas orang yang menaikinya tidak akan terlalu pegal jika dibanding dengan motor yang di bawah ini......

Sport tulen, kayaknya cuma buat bikerholic tulen juga. Favorit freestyler dunia. (gambar dari motorcycleworld.com)

Ini dia jagoan di kelas menengah. Tapi lihat mukanya.... Mirip siapa? Yamaha Mio Soul GT!!! TPblog berpendapat Honda ini dari depan "gak Honda banget", beda dengan buntut yang mengikuti sejarah desain Honda CBR600R terdahulu dengan knalpot nempel. Melihat segala komponennya memang tampak lebih serius, seperti upside-down fork depan, kaliper piston banyak, floating disk (kayaknya sih), desain pelek yang tidak macem-macem, swing arm ala kompetisi, buntut nungging, setang sejajar jok depan (pegel dah).
Tapi jangan salah, TPblog baca di berbagai artikel, penyuka generasi CBR600 yang dipakai untuk freestyle dan atraksi termasuk paling banyak di antara merk lain...wuahhh.

Monggo, ini hanya analisa pribadi saja jika mungkin AHM membuat atau mengimpor jenis motor sepert di atas, kira-kira mana ang diterima publik paling banyak...

TPblog

Senin, 05 November 2012

Honda CB150R Streetfire, Area Mesin yang Nyenengke

Honda CB150R tampak kompak dengan segala komponen yang mengkomposisi area engine (foto dari Motor Plus)

Nyenengke, itu yang cuma bisa TPblog bilang kalau lihat sekilas area mesin keluaran Honda terbaru, CB150 R Streetfire. Dengan sasis tubular alias teralis dan terkesan ribet, motor ini jadi kelihatan lebih laki. Tidak terlalu mulus dengan mesin yang terlihat simple. 

Memang antara simple dan tampak ribet adalah selera tiap individu. Ada yang suka mesin terlihat rapi yang cuma kelihatan gelondongan saja atau ada juga yang suka mesin tampak ribet penuh dengan komponen-komponen pendukung seperti lekuk selang radiator, rangka, kabel ini itu atau bahkan kick-starter. Dari beberapa rekan TPblog mengaku suka style ribet dan terkesan "sibuk" serta padat.

Bagaimana pendapat sampeyan....?

TPblog

Yamaha New V-Ixion Canggih Tanpa Kick Starter

Lekuk seksi deltabox tak terhalangi lagi oleh kick-starter (foto dari Motor Plus)
Yamaha New V-Ixion resmi diluncurkan oleh PT YIMM pada JMCS yang berakhir kemarin 4 November 2012. Bicara mengenai design sudah banyak dibeberkan oleh bloggers sepotong demi sepotong. Mulai dari batok lampu, desain tangki, desain bodi belakang, lebar ban, desain knalpot dan minusnya kick-starter.

Khusus poin terakhir adalah salah satu poin yang menjadi bahasan di beberapa forum dan blog. Itu karena berkaca dari pengalaman Suzuki yang pernah menjual Thunder 125 tanpa engkol dan babak belur dalam penjualan (meski banyak faktor yang mendasari hal itu). Tetapi mindset orang kita terhadap motor memang susah-susah gampang bergeser. Misal, kekhawatiran soal aki tekor jika terlalu sering memakai electric starter, Atau ada yang punya kebiasaan memanaskan motor dengan mengengkol beberapa kali dengan kondisi kontak motor off (bermaksud menaikkan oli dan 'menyiapkan' ruang bakar sebelum dibakar beneran, #perkiraan TPblog saja ini).

Dalam keterangannya M. Abidin GM Technical PT YIMM kepada Motor Plus bahwa calon konsumen tidak perlu khawatir dengan aki tekor  karena sudah ada pembenahan untuk menghindari itu.

Menurut TPblog dengan sejarah penjualan V-Ixion lama yang superb mungkin Yamaha tak perlu khawatir poin kick-starter jadi penghalang untuk bertarung dengan Honda CB150R Streetfire. Let see....

TPblog

Minggu, 12 Agustus 2012

Suzuki Inazuma, Jakarta 46 Juta On The Road


Penggemar touring! Nih Suzuki sudah buka inden Suzuki Inazuma 250. Di Jakarta motor SOHC berkapasitas bersih 248 cc dua silinder ini dibuka di angka 46 juta rupiah (on the road). Ada dua piluhan warna yang disediakan yaitu candy cardinal red dan pearl nebular black. Harga ini lebih mahal daripada Honda CBR 250 R non ABS yang dijual 40,5 juta rupiah, terpaut sedikit dengan versi ABS yang dilepas 47,15 juta.

Kelebihan Inazuma 250 adalah dapur pacu yang sudah 2 silinder. Sedangkan dari segi tampilan dan impresi berkendara, Inazuma berbeda dengan Ninja dan CBR. Inazuma mengambil segmen non fairing dan cenderung ke touring jarak jauh. Bisa terlihat dari desain jok yang menyatu dengan pembonceng serta desain bodi yang mencari kenyamanan. 

Syarat inden cukup sediakan 2 juta rupiah dan fotokopi KTP. Tetapi pihak PT SIS belum mengeluarkan pernyataan kapan unit Inazuma sampai di tangan konsumen. Pendaftaran inden hanya bisa di lakukan di dealer atau cabang yang sudah mendukung sistem injeksi. Monggo.....

Bikin Nyaman Honda CRF 250 L

Meski belum dijual bebas di Indonesia, Honda CRF 250 L ini sudah dijual oleh importir umum salah satunya ole Probike di Jalan Panjang 88A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Honda baru ini untuk mengimbangi Kawasaki KLX 250 S yang sudah lama mengaspal di Indonesia. Dibekali mesin 250 cc yang katanya sama dengan CBR 250 R yang sudah DOHC, motor dua alam ini berkarakter overbore. Langkah piston lebih pendek daripada diameter. Karakter seperti ini menjanjikan kendaraan yang smooth dan mengedepankan kenyamanan harian daripada torsi.

Di Indonesia salah satu media yang sudah mencoba motor ini adalah Otomotif. Di websitenya salah satu point yang dicermati adalah kenyamanan berkendaranya. Motor yang diproduksi di Thailand ini dari segi dimensi tinggi tidak seperti KLX 250. CRF ini sedikit lebih bersahabat untuk orang bertinggi pas-pasan semisal 165 cm. Mereka hanya perlu sedikit jinjit atau menggantung satu kaki untuk tetap berpijak di tanah.  Selain itu, karakter lembut shock belakang yang ambles setelah diduduki juga mempebri pengaruh kenya manan. Otomotif juga memberi poin lebih pada jok motor trail ini jika dibandingkan dengan kompetitornya. Jok CRF 250 L tetap lebar hingga ke ujung belakang hingga nyaman dipakai turing.

Desain CRF 250 L ciamik dicermati. Dengan konsep yang tidak "terlalu melebihi jaman" CRF ini tampak lebih sopan dan kalem dibanding kompetitor yang terkadang terlalu racing look atau future look dengan desain tajam. CRF ini di beberapa bagian masih membulat dinamis, khas Honda seperti jika kita bandingkan Honda CBR 250 dan Kawasaki Ninja 250. 

Dari segi tampilan panel meter, tak tampak ada takometer. Hanya ada speedometer, fuelmeter, odometer. Fitur lain yang unik adalah penempatan bagasi kecil di balik nomor start sebelah kiri. Jika kita buka covernya tampak kotak kecil cukup untuk kunci-kunci kecil atau lap dan sarung tangan. Untuk cover nomor start kanan untuk cover knalpot.

Modifikasi untuk Kenyamanan Lebih
Tak bisa dipungkiri meski CRF ini motor dua alam yang dinamis, tetapi untuk perjalanan jauh masih kalah nyaman dengan motor berjenis turing. Jok yang sedikit kecil dan tipis adalah penyebabnya. Penulis menemukan sebuah forum jual beli di Thailand yang salah satu CRF nya dimodifikasi jok dan dipasang rak barang di belakang.


Rak stainless steel didesain begitu lebar dan sepertinya diperuntukkan membawa barang yang banyak dan berat. Terlihat di samping kanan kiri dibuatkan semacam pagar supaya barang tidak oleng kanan kiri. Tampilan semi sporty HOnda CRF 250 L berubah drastis menjadi touring bike. Selain itu sang penjual menambahkan busa jok dankulit jok yang didesain untuk diikatkan di jok asli. Jadi saat tidak diperlukan bisa langsung dilepas maka tampak jok aslinya. Ide yang cukup kreatif dan perlu dicontoh untuk penggemar trabas jarak jauh.

Selain dua hal penting di bagian belakang, area kemudi dilengkapi handguard yang diklaimnya memiliki kualitas tinggi. Selain itu panel dashboard dilengkapi soket 12 volt untuk GPS atau perangkat lain.

Untuk sementara, Honda CRF 250 L belum bisa disediakan oleh Astra Honda Motor. Bagi penggermar Honda tentu menunggu diluncurkannya motor ini oleh ATPM di Indonesia. Karena harganya pasti di bawah importir umum. Apalagi kalau bisa CKD di Indonesia pasti banderolnya tidak selangit. Bagaimana Honda?


Sabtu, 11 Agustus 2012

Rossi Kembali Ke Yamaha

Pasti. Legenda 9 kali juara dunia asal Italia yang nyleneh, Valentino Rossi bernostalgia dengan tim lamanya Yamaha di Moto GP. Setelah mencari info seputar kebenaran kabar ini, penulis langsung bertanya pada satu hal. Apakah paddock Lorenzo dan Rossi tetap akan dipisah seperti dulu? Hahaha, pertanyaan yang wajar karena bisa dibilang sebelum Rossi pindah ke Ducati, Yamaha seperti punya matahari kembar di timnya sehingga untuk setting motor pun harus dipisah. Rossi menandatangani kontrak selam dua tahun mulai kompetisi 2013, sama dengan kontrak Lorenzo. Lin Jarvis, managing director Yamaha Racing langsung yang mengumumkan pindahnya Rossi. 

Valentino Rossi mengalami musim yang buruk dengan Ducati sejak kepindahannya pada 2011. Dari kelebihan tenaga motor sampai kesulitan menikung semua sudah diperbaiki Rossi dan tim. Hingga secara frontal musim kemarin Rossi meminta Ducati untuk keluar dari pakemnya dalam hal rangka, Jika biasanya Ducati konsisten dengan rangka tubular, Rossi menginginkan rangka deltabox disematkan untuk menggendong mesin. Alasannya tetap agar Desmodesici mudah dikendalikan.

Kembalinya Rossi tak hanya dirayakan tim balapnya, tetapi seluruh penggemar Rossi yang rindu akan tayangan Moto GP yang seru dan menghibur. Khusus di Indonesia yang merupakan pasar Yamaha terbesar di dunia kembalinya Rossi seperti durian runtuh. Dari sisi marketing, Lorenzo menurut pendapat penulis masih kurang moncer dibanding nama Valentino Rossi. Ini akan jadi senjata YIMM untuk bersaing dengan Honda dan Kawasaki (Suzuki masih tidur, Bajaj merangkak, TVS tertatih dll). Kita tentu ingat bagaimana saat Rossi selama tujuh tahun di Yamaha, penjualan motor Yamaha di Indonesia mencatat rekor dengan menyalip Honda!

Sekarang kita lihat saja tahun depan apakah dengan usia 33 tahun Rossi masih tajam kukunya di aspal panas Moto GP? Dengan mundurnya Stoner dari dunia balap maka saingan Rossi terbesar datang justru dari kamar sebelah alias Jorge Lorenzo. Yamaha yang dibangun Rossi dulu kini disempurnakan oleh Lorenzo. Selain dia ada pula Pedrosa yang meski kurang stabil dalam penampilannya tetapi tetap selalu berada di baris terdepan. Sementara mantan juara dunia lain Nicky Hayden sampai sekarang masih memiliki masalah yang sama dengan Rossi di Ducati. Seru lagi?

Minggu, 05 Agustus 2012

Wajib Beli Spion Berlampu Sein untuk Honda?

Kejadian tak menyenangkan dialami penulis ketika membeli sebuah Honda Vario 125 PGM-Fi di sebuah dealer di Jepara bagian timur. Jarwo, sang calon pembeli diminta untuk membeli sepasang kaca spion warna silver untuk melengkapi sepeda motornya. Karena merasa tak perlu itu, dia memilih untuk tidak membelinya. Tapi sales di dealer itu dengan nada sedikit memaksa harus membelinya seharga Rp. 250.000,00 dan jika tidak membelinya spion bawaan Vario pun tidak diberikan.

Nah..? Kaca Spion ini sebenarnya kiat dari Honda untuk kampanye safety riding. Seperti diketahui Honda dalam melengkapi produknya dengan fitur safety riding tidak main-main. Misal Side Stand Switch, Parking Brake dan pelopor sein terpisah dari lampu utama di motor bebek. Akan tetapi setelah ditelusuri tidak semua dealer memberlakukan kebijakan seperti itu. 

Untuk diketahui, syukur kalau ada petinggi Honda baca tulisan ini, bahwa kualitas kaca spion berlampu sein ini bisa dibilang jelek. Yang lebih jelek adalah kualitas kabel di dalam batang spion, mudah sekali putus.

Saran saja, ada baiknya bila tiap dealer tidak mewajibkan untuk membelinya tetapi hanya sebatas pilihan variasi pabrikan. Toh langkah tersebut tidak mengurangi niat kampanye safety riding nya Honda, karena pesan sudah tersampaikan meski barang tak terbeli. Jangan sampai ini hanya proyek segelintir orang untuk meraup keuntungan dari konsumen justru di saat pemerintah menerapkan aturan DP motor baru. Uang sebesar 250 ribu bisa mendapatkan spion yang jauh lebih baik, kan?

Kamis, 03 Mei 2012

242 Kilometer Tanpa Oli?

Gila. Toyota Avanza dan Honda Revo ini dibesut tanpa oli. Iya, produk baru dari Canada bernama Lupromax ini yang memungkinkan motor melaju tanpa oli di dalam mesinnya. Bahkan penasbihan ini secara resmi dimasukkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Minggu, 29 April 2012 di Serpong, Tangerang, Banten. 

Pengetesan tersebut bisa dibilang abnormal. Motor dan mobil yang akan diuji tentu sudah ada oli di mesinnya ditambahkan cairan Lupromax sebanyak satu botol berisi 30 ml. Kemudian kendaraan dipakai muter-muter sekitar 500 meter baru oli mesin dikuras habis sampai tetes akhir. Untuk meyakinkan rekor ini, lubang oli disegel oleh MURI.

Di tabloid Motor Plus edisi No. 688/XIII menyebutkan target awal pengetesan adalah 85 km karena rekor sebelumnya sejauh 81,9 km. Akhirnya hari itu diputuskan untuk melaju terus. Jarak yang dapat dicapai sangat fantastis. Kendaraan tanpa oli bisa berjalan sampai 242.8 km! Itu dicapai dengan waktu 7 jam 35 menit.

Ruby Widjaja CEO PT Magna Indonesia yang mempunyai produk Lupromax seperti yang disebutkan Motor Plus mengatakan mesin yang dipakai masih tetap halus dan tidak kenapa-kenapa. "Kuncinya durability Lupromax yakni adanya formula aditif Heat Activated Technology (HAT)", imbuhnya.

Senin, 02 April 2012

Bajaj Pulsar 200NS



  • Lawan Berat Honda Tiger dan Scorpio
Produsen Bajaj untuk pasar otomotif India sudah menelurkan produk barunya yang bergenre telanjang alias naked. Motor baru itu berngaran Bajaj Pulsar 200NS yang kebanyakan materialnya sama persis dengan KTM Duke 200NS. Tetapi melihat pasar di negara berkembang serta situasi ekonomi sepertinya Bajaj sengaja melakukan substitusi di beberapa komponen untuk mengurangi biaya produksi.

Bajaj memiliki 39.26% saham KTM yang memungkinkan silang teknologi antar dua pabrikan ini bisa terjadi. Seperti halnya pabrikan mobil top dunia, dua merek beda negara ini menempatkan KTM di kelas premium sedangkan Bajaj untuk kelas yang lebih terjangkau.

Mesin Bajaj Pulsar 200NS sama halnya dengan KTM Duke 200 berbekal 199.5 cc isi silinder (bore 72mm x stroke 49mm) dan enam percepatan. Informasi dari Bajaj kedua tipe motor ini diproduksi di pabrik yang sama di India.

Ada sedikit perbedaan di mesin du motor ini. Jika KTM mengusung DOHC dengan pengabut injeksi, Pulsar ini dibekali SOHC dengan pencampur bahan bakar karburator. Perbedaan mencolok tentu saja pemakaian tiga busi sekaligus di Pulsar 200NS dibanding satu busi yang menancap di KTM.

Bicara mengenai tenaga yang dihasilkan Bajaj Pulsar 200NS diklaim bisa meraih 23,1 PS / 9500 RPM selisih sedikit dengan KTM Duke 200 yang menyemburkan tenaga sebesar 24,7 PS / 10.000 RPM. Bila kita lihat daya Pulsar sebesar itu, Honda Tiger yang bervolume silinder sama diklaim punya daya maksimum 16,7 PS / 8.500 RPM. Untuk torsi Pulsar berada di kisaran 13,5 ft-lb / 8000 RPM sedangkan Duke di angka 14 ft-lb / 8000 RPM.


Dari segi tampilan semua pasti sudah tahu desain Duke 200 yang ringkas dan sama persisi dengan KTM Duke 125. Bajaj sendiri konsisten dengan desain yang selama ini diusungnya dengan tangki yang lebih besar serta model headlamp dan lampu belakang yang setia trademarknya Bajaj. Meski begitu untuk kaki-kaki Pulsar sudah memakai monoshock untuk belakang. Shock depan mungkin demi tekan harga, Bajaj tidak memakai upside down.

Secara keseluruhan desain ini sangat India dengan ciri lampu besar dan jok tinggi. Honda dengan Tigernya patut berancang-ancang dengan kehadiran Pulsar ini apalagi revolusi desain sepeda motor di Indonesia bisa dikatakan melesat. Bison dan Scorpio juga cukup terancam dengan kehadiran motor pabrikan India ini. 

sumber: Bajaj, Astra-Honda, berbagai sumber

Jumat, 23 Maret 2012

Honda 150 cc Sasis Tubular?

Membaca Motor Plus edisi 682/XIII kemarin pada halaman 28 ada artikel menarik. Disitu fokus ke gosip mengenai motor-motor baru yang akan menggelinding di Indonesia. Semua pabrikan sudah punya rencana untuk motor baru. 

Skubek premium Honda PCX 125 yang sudah injeksi itu akan ada versi 150 cc nya. Bahkan sumber Motor Plus bilang PCX ini sudah diuji coba di jalan raya. Suzuki kabarnya akan mengeluarkan Nex versi injeksi. Honda masih punya rencana juga untuk menyandingkan motor baru 150 cc dengan CBR 150. Harga CBR yang di atas rata-rata motor sekelasnya membuat motor legendaris ini tak kuasa menahan gempuran Yamaha V-Ixion sebagai sesama pengusung sistem injeksi pada pengabut bahan bakarnya.

Motor baru Honda ini rencana bersasis tubular. Alasan ini dipakai karena untuk menguruskan harga CBR yang bersasis deltabox. Kabarnya motor ini nantinya memakai mesin Honda CBR yang full injeksi dan katanya harga tidak terpaut jauh dengan V-Ixion yang dijual Rp 21,115 juta. Dengan sasis tubular Honda menyasar segmen aliran street fighter. Modifikator Indonesia pasti ngiler lihat motor beginian karena selama ini belum ada motor sport yang mengusung pipa tubular untuk sasis.

Sebagai informasi, sasis Honda CBR 250 sudah menerapkan model tubular. Jadi kira-kira nanti motor baru ini mungkin mirip CBR 250 yang diterondolin dengan mesin sedikit lebih kecil.

Melawan itu semua Yamaha pun menyiapkan V-Ixion baru dengan bodi lebih besar, shock depan lebar dan ban yang juga lebih lebar. Kita tunggu kehadirannya.


Rabu, 21 Maret 2012

Honda Blade Modifikasi Ayam Jago

Sejak jaman Honda Sonic masuk Indonesia saya kesengsem sama motor jenis begini. Apalagi setelah muncul Honda Nice U-Box, desainnya sederhana tapi nikmat dilihat.

Sekarang saya iseng-iseng dengan Photoshop untuk mencoba menjadikan Honda Blade ala ayam jago tanpa menghilangkan identitasnya. Ciri ayam jago adalah pemakaian shockbreaker depan model panjang seperti motor laki. Hanya mungkin ukurannya lebih kecil. Di gambar ini saya comot punya Sonic berikut kaki-kakinya. Ciri Blade yang punya lampu di dada otomatis hilang digantikan batok lampu ayam jago.

Lebih mantap untuk kaki belakang juga memakai punya Sonic. Tapi melihat konstruksi rangka aslinya Blade mungkin agak sulit jika ingin menerapkan wheelbase seperti pada gambar. Karena jarak segitu tidak mungkin jika kita pasang monoshock. Atau ada yang mau coba? Silakan, kami tunggu gambarnya.

Selain itu saya masih pakai bodi asli Blade, termasuk sayap depan dari bawah hingga atas masih asli. Hanya mungkin perlu ada penyesuaian bodi di sekitar batang shock depan.

Nah beginilah kira-kira bayangan saya untuk Blade jadi ayam jago. Ada yang mau bikn?

Korek Harian Honda Blade

Tenaga standar Honda Blade sebenarnya cukup untuk harian dan kapasitasnya yang 110 cc juga tidak terlalu pelan. Tapi yang namanya kebutuhan akan kecepatan saat digunakan jarak jauh, saya ingin Blade hitam ini lebih bertenaga di menengah ke atas tanpa mengurangi akselerasi secara signifikan.

Hal pertama yang saya lakukan adalah iseng-iseng ganti kopling ke manual. Cukup 390 ribu saya sudah bisa bawa pulang bak kopling Blade orisinal yang sudah dimodifikasi, kabel beserta tuas dan dudukannya. Saat itu masih menggunakan rumah kopling standar yang pegas matahari. Dampaknya...tarikan tuas sangat berat dan menyiksa jari kiri. Setelah konsulatasi dengan bengkel disarankan untuk ganti rumah kopling dengan punya Karisma atau Supra X 125 (HSX 125).

Saya dapat harga 400 ribu (dianter sampe bengkel, dari Jember Kudus ke Bangsri Jepara). Kondisi barang sangat bagus, terlihat di kode produksinya tertulis buatan akhir 2010. Lumayan semau bagiannya masih layak dipakai lagi tanpa harus seketika ganti kampas dan pernya. Oleh bengkel dimodifikasi sedemikian rupa supaya nemplok di Blade. Termasuk memberi lubang-lubang di pinggiran bibir rumah koplingnya untuk sirkulasi oli. Penyesuaian lain hanya ganti laher dengan yang asnya masuk di as Blade tapi lingkar luarnya sama dengan house kopling HSX 125. Sementara kopling gandanya standar dilas mati.
Tampilan standar tapi tenaga mumpuni untuk perjalanan jarak jauh.
Hasilnya kopling ringan, sayang tenaga jadi letoy. lalu pada kesempatan berikutnya saya minta ganti kampasnya dan tenaga pun sudah mulai terasa enak.

Langkah berikut sesuai permintaan saya (standar, kenceng, irit BBM, part awet) oleh bengkel diminta untuk modif noken as dan papas magnet. Ganti CDI dengan BRT Dual Band TR serta sedikit memodifikasi inlet karburator standar dan setting PJ MJ

Ada cerita tersendiri tentang CDI ini. Saya beli di toko variasi terkenal di Kudus seharga 450 ribu. Oleh penjualnya dikatakan kalau mbrebet boleh ditukar. Benar saja, suatu malam saya uji coba dengan MX standar, baru sekali tarikan (dan kalah) motor sudah mbrebet. Pagi harinya saya minta bengkel untuk cek. Hasilnya memang kendala di CDI. Akhirnya tukar deh dengan yang baru. Lumayan dapat dua sticker BRT.
Noken as sesuai dengan kebutuhan.
Daging magnet dikurangi untuk pangkas bobot.

Kekurangan lain yang masih terasa hingga tulisan ini dibuat yaitu gejala tersendat setelah buka gas penuh, tutup gas dan muncul saat mau buka gas lagi. Terasa saat kecepatan tinggi, hingga lumayan capek mengendalikannya. Gejala sedikit berkurang setelah leher knalpot saya ganti dengan lekukan yang lebih sedikit (standar blade terlalu banyak lekukan).

Sekarang Blade hitam ini sudah cukup memenuhi permintaan. Saya pake jarak jauh juga tidak terlalu memalukan. Masih bisa selap-selip MX dan Supra X 125 standar. Suara juga adem karena silencer standar dan tidak takut hujan karena filter karburator masih terpasang hanya modifikasi kertas filternya ganti dengan standarnya Honda Grand yang berbahan busa.

Untuk busi juga masih mengandalkan busi standar. Pernah saya coba TDR Balistic 065, gejala nyendat-nyendat tadi lebih terasa. 

Konsekuensi yang harus diterima dengan ubahan seperti ini adalah cepat rusaknya komponen lain yang masih standar karena tenaga motor sudah meningkat. Seperti contohnya per klep, klep dan roller rantai kamprat. Sejauh ini saya sudah ganti klep buang karena sudah tidak lurus. Masalahnya ada di terlalu lemahnya per standar jika dipasang di mesin yang sudah dimodifikasi. Lalu per standar yang tanpa per kecil di dalamnya ini ditambah per kecil milik Honda Supra X 100. Ada yang menyarankan pakai punya Smash.

Roller kamprat paling apes. Dia aus parah sehingga bukaan klep tidak teratur yang berakibat motor ngebul di knalpot akibat oli ikut terbakar. Lalu oleh bengkel kamprat dibuatkan setelan di bawah crankase dengan membubutnya dan ditancapkan sebuah baut.

Tenaga besar, roller kamprat kalah.
Pasang kopling manual.







Piston standar.

Trial error beberapa kali.



Knalpot standar ganti leher dengan pipa berbahan besi.

Cop busi aftermarket ditambah 9power
Saklar on/off CDI BRT Dual Band TR, enak pas di posisi ON.

Sudah memenuhi kebutuhan.

Minggu, 06 November 2011

Kopling Manual Lebih Ringan

Honda Blade saat ini sedang getol dioprek terutama setelah Yamaha dengan Jupiter seriesnya sekian lama mendominasi balap underbone Indonesia. Di kelas 110 cc Jupiter belum goyah meski sempat dipepet Kawasaki yang digarap Ibnu Sambodo. Honda Blade disebut-sebut sebagai yang akan menyalip Jupiter di balapan.

Di balap nasional, dari beberapa referensi yang penulis baca, kebanyakan Blade lemah di jenis rumah koplingnya. Originalnya Blade memakai pegas diafragma yang berbentuk seperti mangkuk matahari. Secara produksi massal tipe seperti ini memang (katanya) bisa memangkas biaya produksi dan meringankan perawatan konsumen karena memiliki ketahanan kampas yang lebih lama dibanding dengan model per. Akan tetapi di kebutuhan untuk balap yang membutuhkan transfer tenaga maksimal dari ruang bakar ke roda, banyak yang menggantinya dengan rumah kopling komplit dengan kampas dan per milik Honda Karisma.

Kopling set Karisma memiliki 6 pegas per sebagai penekan kampas. Jika dibanding pegas diafragma per 6 ini diyakini memiliki kekuatan lebih. Lagipula jika Blade yang aslinya kopling otomatis mau diubah ke manual sebaiknya mengganti kopling set seperti Karisma. Pertimbangannya selain lebih kuat, tenaga yang dihasilkan akan lebih responsif. Selain itu kopling manual tidak akan berat seperti jika manual dengan pegas diafragma. Pengalaman penulis yang pasang kopling manual di Blade yagn belum ganti kopling set Karisma terasa sangat berat, Bayangkan jika untuk balap tetapi kopling berat di jari, bisa mengurangi konsentrasi pembalap pastinya.

Satu set kopling Honda Karisma cocok dipasang di Honda Blade, lebih responsif dan ringan untuk kopling manual


Senin, 08 Agustus 2011

Sepeda Motor Baru - Honda New Blade 110R



Sekelebat motor ini seperti Yamaha New Jupiter Z. Tapi kok ada logo sayapnya? Ternyata betul apa yang dimuat di Tabloid Motor Plus beberapa edisi lalu tentang bebek baru Honda. Tampaknya ini strategi baru Honda untuk menyabet Yamaha New Jupiter Z yang bagi kebanyakan konsumen menurut saya cukup tidak mendapat tempat di hati. Kecuali bagi mereka yang fanatik Yamaha.

Di Motor Plus Edisi 649/XII jagoan Honda ini digeber habis. Secara desain menurutnya tampilan New Blade benar-benar baru. Seperti headlamp yang dulunya di dada sekarang dikembalikan ke batok stang. Menurut info dari orang dalam Honda ini menuruti keinginan konsumen yang lebih suka posisi headlamp seperti ini. Inilah faktor terbesar yang menjadikan Jupiter Z dan Blade jadi seperti kakak adik. Sangat berbeda dengan pendahulunya, kepala New Blade ini jauh lebih gembrot.

Sayap dan dada New Blade juga berdesain baru meski sekilas lebih mirip sayap Honda Vario CBS Techno. Di situ ditanam lampu sein yang sangat panjang menjadikan dada Blade sepeda motor ini tampak membusung. Sangat Jauh beda dengan Blade versi pertama. Spatbor sendiri dikembalikan kodratnya ditempatkan di segitiga bawah seperti sepeda motor bebek secara umum.

Pembeda paling sip dan berpengaruh sebagai faktor penggebuk Yamaha dengan Jupiter Z nya adalah penambahan piranti penahan laju kendaraan belakang yang sudah menerapkan sistem disc brake.

Masih bersumber dari Motor Plus, kenyamanan berkendara khas Honda benar-benar diperhatikan di Honda New Blade ini. Seperti pemasangan pelindung kaki dari panas blok mesin sebelah kanan yang terbuat dari plastik. Selain itu detirapkan juga footstep fleksibel yang bisa menyesuaikan sudutnya ketika diajak rebah dan terpaksa footstep berciuman dengan aspal.

Secara umum, mungkin bagi beberapa orang motor ini hasil contekan dari Yamaha New Jupiter Z, tetapi sumber dari Motor Plus yang meneruskan keterangan dari petinggi Honda yang menyebutkan bahwa ini sudah melalui kajian dari perwakilan beberapa negara Asean dan Jepang. Yang pasti persaingan penjualan sepeda motor di Indonesia tetap panas dan tiap pabrikan sepeda motor punya senjata masing-masing di tiap periodenya. Hal ini sudah selayaknya diimbangi dengan perilaku di jalan yang menghormati sesama pengendara dan semoga pemerintah segera mendapat ide untuk memecah persoalan transportasi di tanah air.

Jumat, 14 Januari 2011

Honda Revo AT



Honda meluncurkan salah satu motor yang paling canggih saat ini sekaligus praktis dan nyaman. Motor yang digadang-gadang akan menjadi tren baru di dunia sepeda motor tanah air. Honda menamakannya Honda Revo AT.

Dari namanya bisa kita lihat ini bukan Honda Revo biasa. Dari nama belakangnya bisa ditebak kalau motor ini bertransmisi otomatis layaknya Honda Vario ata Honda Beat yang lebih dulu muncul. Tetapi apa bedanya?

Honda Revo AT dipasangi teknologi yang oleh Honda dinamai Continuous Variable Automatic (CV-matic) yang merupakan pertama kalinya diterapkan di Indonesia. Honda Revo AT diperkuat mesin 4-tak berkapasitas 110 cc berteknologi EFT (Efficient & Low Friction Technology). EFT bertugas untuk meminimalkan gesekan antar komponen di dalam mesin sehingga akan lebih awet selain tentunya dengan perawatan yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Honda.

Mesin Revo AT yang juga menjadi unggulan adalah pengabut bahan bakar dengan sistem injeksi generasi ketiga dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter. Dengan ini mesin akan lebih optimal bekerja dan tahan lama, bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang yang rendah serta memenuhi standar Euro2.

Motor terbaru PT. AHM ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki motor lain, yaitu sistem pendinginan ganda. Yang pertama adalah pendinginan udada untuk CVT yang diposisikan di atas sehingga aman dari genangan air jika harus menerjang banjir.

Johannes Loman, Executive Vice President Director PT AHM mengatakan, Honda Revo AT ini mengedepankan konsep berkendara bebek dengan tuas rem kanan untuk rem depan sedangkan untuk rem belakang tetap mengadopsi sistem bebek yang menempatkan tuas rem belakangnya di kaki kanan. Secara kepraktisan bisa dibilang motor ini kurang. Jika Johannes Loman beralasan ini menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat yang telah lama mengendarai bebek dirasa kurang tepat. Karena riwayat motor matik (skubek) di Indonesia sudah cukup lama dan penjualannya sangat booming sehingga masyarakat pun sudah terbiasa dengan rem belakang di tangan kiri, ada baiknya Honda merevisi posisi tuas tersebut.


Fitur lain yang bisa diandalkan dari bebek matik ini antara lain sudah diterapkan di motor matik Honda lain, yaitu side stand switch yang memungkinkan mesin akan mati secara otomatis jika standar samping berfungsi atau dibuka. Selain itu juga dilengkapi brake lock yang terletak di sebelah kiri bawah dekat tangan pengemudi sebelah kiri sehingga mempermudah jangkauan. Fungsinya ialah seperti rem tangan pada kendaraan roda empat.

Pembaruan fitur lain juga rupanya diupayakan oleh Honda sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia denga menerapkan glow in the dark untuk kunci kontaknya. Triknya yaitu dengan menambahkan bahan fosfor di seputaran lubang kunci. Sedangkan untuk bagasi, Honda melengkapinya dengan kapasitas 6 liter di bawah jok.

Secara umum Honda Revo AT ini merupakan sebuah terobosan baru untuk pasar sepeda motor di Indonesia. Hanya saja secara desain, penempatan tuas rem belakang di kaki kanan pengendara terasa tanggung dan kurang seimbang jika dilihat tampak depan meski keseluruhan bodi Revo otomatis ini terlihat futuristis.