Oke, ketiga motor di judul itu sama-sama memiliki kapasitas ruang bakar 125 cc. Di pihak Honda punya Vario 125 yang baru saja mendapatkan update pada tampilannya. Punya basis desain sama dengan Vario 150 tetapi beda di detail finishingnya. Jika Vario 150 diberikan kesan elegan dengan warna yang polos tetapi berkarakter kuat dan dewasa, maka Vario 125 lebih ke arah sporty dengan penambahan stripping atau decal sebagai identitasnya. Garis bodi kedua motor andalan Honda ini tidak menampakkan bahasa design sebagai yang kita kenal dengan big scooter. Mereka bertahan dengan siluet racy yang serba lancip, bodi belakang nungging dan bagian depan yang nampak menunduk. Apalagi di update terbarunya setang sepertinya lebih menekuk ke dalam dan dibungkus dengan cover yang cukup mungil.
Di sisi Yamaha saat ini cc terkecil varian matic memang sudah 125 cc semua. Sebenarnya di judul itu kurang X-ride yang mengusung mesin sama dengan Mio. Mio terbaru saat ini adalah Mio S yang memiliki bahasa desain lebih normal dan kalem tidak racy maupun big scooter look. Dia lebih 'biasa' dan terkesan dibuat memang untuk entry level. Mio S ambil basis seperti desain Mio Soul generasi pertama dengan sudut-sudut yang membulat.
Yamaha punya satu 125 cc lagi yang kebetulan baru diluncurkan yaitu Yamaha Lexi yang diposisikan sebagai maxi scooter. Desain Lexi lebih sederhana bila dibandingkan dengan N-Max. Jujut di mata saya dulu N-Max sangat tidak menarik karena tidak mempunyai desain yang mengalir enak. Dia tampak tegak pesek di bagian depan tetapi hampir datar di bagian samping hingga belakang. Tetapi kenyataan bicara lain. N-Max justru laris manis karena beberapa faktor menurut saya. Yang pertama dibantu oleh Honda. Kenapa Honda malah bantu? Karena saat itu ada PCX impor yang harganya sundul langit untuk ukuran matic 150 cc. Maka banyak konsumen yang ngidam PCX beralih ke N-Max. Yang kedua mulai banyak konsumen yang butuh diferensiasi desain motornya. Jika sebelumnya hampir semua matic beorientasi racing look dengan ujung lancip dan bodi nungging, maka kehadiran N-Max jadi pembeda. Yang ketiga tidak bisa dibantah N-Max memiliki posisi berkendara yang sangat nyaman meski beberapa bilang shock breaker belakangnya cukup keras. Tetapi secara ergonomi, Vario kalah jauh untuk kenyamanannya.
Kembali ke Lexi, dia menganut bahasa yang sama dengan N-Max, tampak tegak pesek di depan bahkan jauh lebih sederhana tanpa ada banyak lekukan. Dan tampak kalem di samping hingga belakang.
Entah apakah Lexi nanti bisa mengulang kesuksesan N-Max atau tidak karena di harga tertingginya yang hampir 23 jutaan bersaing dengan New Vario 125.
Kita lihat beberapa bulan ke depan.
Salam.
Tampilkan postingan dengan label Yamaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 April 2018
Yamaha Lexi 125, Mio 125 series, Honda Vario 125
Senin, 21 Januari 2013
Motor Baru
Produsen sepeda motor di Indonesia gempur-gempuran mengisi ceruk harga yang belum terisi. Setidaknya beginilah analisa para blogger top macam indobiker, tmcblog atau iwanbanaran. Perang antara dua pabrikan terbesar, Honda dan Yamaha menjadi yang terpanas. Masing-masing punya strategi sendiri-sendiri.
Baru saja kita dibikin heboh dengan pemberitaan yang massive tentang perang CB150R SF dengan Vixion Lightning bulan sudah muncul lagi motor baru dari kedua pabrikan tersebut. Honda yang beberapa tahun kemarin dihajar Vixion untuk segmen motor sportnya 'ngamuk' dengan sekaligus menelurkan dua jagoan dalam jangka waktu yang berdekatan. Hebohnya si teralis CB150R sudah kita dengar setahun lalu dari terawangan para blogger senior akhirnya terbukti memang dikeluarkan Honda. Berbekal mesin turunan dari CBR150R yang DOHC injeksi, CB head to head dihadapkan langsung dengan Vixion. Kabar santer keduanya sempat gempar selama berbulan-bulan. Waktu peluncurannya pun ditempatkan di munggu yang sama. Bener-bener duel.
![]() |
| Honda Verza 150, mengembalikan kegagahan Mega Pro (gambar: stephenlangitan) |
Seperti baru kemarin Honda gegeran sama Yamaha di kelas 150 cc ini muncul lagi varian lain dengan kubikasi sama yang dilabeli Honda Verza 150. Sebenarnya kabar akan munculnya motor ini sudah sayup-sayup terdengar sejak lama. Bisikan para blogger meluas di dunia maya. Ini salah satu bukti Honda ingin merebut segmen motor laki dari Yamaha. Jika CB150R dihargai sekitar 22 jutaan maka si Verza yang mengusung mesin mirip New Mega Pro dipatok di angka 16-17 jutaan. Ngeri....karena ceruk harga segitu biasanya ditempati bebek-bebek super sepert Satria FU 150, CS-1 dan Jupiter MX. Ini dengan uang yang hampir setara sudah dapat motor laki yang termindset lebih tangguh dari bebek. Honda konsisten dengan anggapan masyarakat yang terlanjur menganggap motor Honda irit bandel dan tahan lama serta operasional banget. Kuat untuk beban berat juga termindset untuk pabrikan Honda. Mungkin Honda belajar dari NMP bahwa konsumen di negara kita lebih menyukai desain ala Mega Pro lama yang double shock, ini si Verza juga pede dengan shock stereo.
Pengabut bahan bakar Verza sudah injeksi. Untuk pelek tersedia versi palang dan jari-jari. Sedangkan spidometer info terakhir yang penulis baca dari blognya kang Iwan Banaran berdesain cukup modern namun minus rpm meter.
Di segmen skutik, motor baru yang hadir dalam waktu dekat ini ada Yamaha Xeon RC. Merupaka produk lanjutan dar Xeon lawas yang sudah beredar di Indonesia tapi keberadaannya semakin tergerus hadirnya Vario 125 PGM-FI. Honda membekali banyak vitur unggulan untuk si Wantufaiv. Seperti yang sudah ada di skubek h=Honda lain yaitu parking brake lock dan side stand switch untuk fitur keselamatannya. Kali ini Yamah tak malu-malu menerapkannya pada produk baru mereka si Xeon RC. Rem parkir di Xeon diistilahkan dengan Smart Lock System sedangkan standar sampingnya diberi nama Smart Stand Switch.
![]() |
| Yamaha Xeon RC lawan tangguh Vario 125 PGM-FI (gambar: kompas otomotif) |
Sebenarnya ada satu lagi yang masih samar-samar akan dijadikan motor baru di Januari ini. Adalah Kawasaki yang kabarnya akan menelurkan turunannya ER6N dengan mesin Ninja. Rumor ini sudah ramai di blog-blog. Namun pihak Kawasaki lebih suka produk ini tetap misterius untuk ke depannya.
![]() |
| Beginikah calon Ninja 250 FI 'telanjang'? |
Tigor
Selasa, 13 November 2012
Model mana yang lebih cocok dijual di Indonesia?
Sudah tersebar di web-web atau blog baik internasional maupun nasional, Honda global produk merilis enam jenis motor baru. Selain empat di bawah ini ada lagi Honda Goldwing F6B mewakili moge laki touring dan NSS300 Forza mewakili matic raksasa ekstra nyaman. Di sini TPblog khusus membahas aliran desain empat motor lain dari enam selain dua motor tadi. Alasannya di Indonesia sedang mewabah motor sport baik yang berfairing maupun model telanjang alias naked. Kita ulas satu persatu model seperti apakah yang paling pas untuk pasar Indonesia. Monggo....
![]() |
| Model naked tampak lebih akrab untuk kebanyakan orang Indonesia (gambar dari cycleworld.com) |
Yang pertama ada Honda CB500F. Yang ini jelas sudah ada kemiripan dengan jagoan baru Honda Indonesia yaitu Honda CB150R. Bisa diartikan model seperti ini yang paling cocok dengan Indonesia karena pasti tim R&D nya sudah riset dan ternyata model seperti ini akan diaplikasikan ke mesin 150 cc nya CB. Apa iya? Kita lihat yang lain...
![]() |
| Crossover baru Honda. Kalo sudah ada CB150R, model gini mau dimusuhkan siapa? (gambar dari motorcycleworld.com) |
Model kedua yang mirip-mirip CS-1 yang kurang laris di tanah air. Honda CB500X. dari seri X nya saja ketahuan ini kelamin crossover. Sama juga kayak CS-1. Tetapi apakah konsumen Indonesia doyan model beginian? Berkaca dari kasus kurang merakyatnya CS-1 model begini kalau maksa dijual misal namanya Honda CB150X kelihatannya terlalu berlebihan. Karakter Honda Indonesia lebih suka rebutan kue di segmen yang sama dengan kompetitor. Maka TPblog bilang model ginian bakal kurang laris bo... Lagipula biasanya Honda suka melawan merk lain head to head, dan jika membuat segmen baru banyak gagalnya.. hehe contohnya ya CS-1 itu tadi juga Revo matic yang jarang seliweran di jalan.
![]() |
| Aroma sport tapi ergonomi nyaman, model agak nanggung. (gambar dari cycleworld.com) |
Honda CBR500R ini sebenarnya cukup manis, hanya saja kurang keren. Istilah fotografi komposisinya kurang enak dilihat. Kita pantengin dari depan. Batok lampu dan tudung depan jika dilihat dari samping tampak mbendhol dan kegedean. Setang tinggi dan jok depan agak lebih rendah. Serta jok belakang yang 'akrab' untuk boncenger. Nampaknya Honda memang menyasar kenyamanan untuk motor ini. Meski baju sport tulen tapi sekilas orang yang menaikinya tidak akan terlalu pegal jika dibanding dengan motor yang di bawah ini......
![]() |
| Sport tulen, kayaknya cuma buat bikerholic tulen juga. Favorit freestyler dunia. (gambar dari motorcycleworld.com) |
Ini dia jagoan di kelas menengah. Tapi lihat mukanya.... Mirip siapa? Yamaha Mio Soul GT!!! TPblog berpendapat Honda ini dari depan "gak Honda banget", beda dengan buntut yang mengikuti sejarah desain Honda CBR600R terdahulu dengan knalpot nempel. Melihat segala komponennya memang tampak lebih serius, seperti upside-down fork depan, kaliper piston banyak, floating disk (kayaknya sih), desain pelek yang tidak macem-macem, swing arm ala kompetisi, buntut nungging, setang sejajar jok depan (pegel dah).
Tapi jangan salah, TPblog baca di berbagai artikel, penyuka generasi CBR600 yang dipakai untuk freestyle dan atraksi termasuk paling banyak di antara merk lain...wuahhh.
Monggo, ini hanya analisa pribadi saja jika mungkin AHM membuat atau mengimpor jenis motor sepert di atas, kira-kira mana ang diterima publik paling banyak...
TPblog
Senin, 05 November 2012
Honda CB150R Streetfire, Area Mesin yang Nyenengke
![]() |
| Honda CB150R tampak kompak dengan segala komponen yang mengkomposisi area engine (foto dari Motor Plus) |
Nyenengke, itu yang cuma bisa TPblog bilang kalau lihat sekilas area mesin keluaran Honda terbaru, CB150 R Streetfire. Dengan sasis tubular alias teralis dan terkesan ribet, motor ini jadi kelihatan lebih laki. Tidak terlalu mulus dengan mesin yang terlihat simple.
Memang antara simple dan tampak ribet adalah selera tiap individu. Ada yang suka mesin terlihat rapi yang cuma kelihatan gelondongan saja atau ada juga yang suka mesin tampak ribet penuh dengan komponen-komponen pendukung seperti lekuk selang radiator, rangka, kabel ini itu atau bahkan kick-starter. Dari beberapa rekan TPblog mengaku suka style ribet dan terkesan "sibuk" serta padat.
Bagaimana pendapat sampeyan....?
TPblog
Yamaha New V-Ixion Canggih Tanpa Kick Starter
![]() |
| Lekuk seksi deltabox tak terhalangi lagi oleh kick-starter (foto dari Motor Plus) |
Yamaha New V-Ixion resmi diluncurkan oleh PT YIMM pada JMCS yang berakhir kemarin 4 November 2012. Bicara mengenai design sudah banyak dibeberkan oleh bloggers sepotong demi sepotong. Mulai dari batok lampu, desain tangki, desain bodi belakang, lebar ban, desain knalpot dan minusnya kick-starter.
Khusus poin terakhir adalah salah satu poin yang menjadi bahasan di beberapa forum dan blog. Itu karena berkaca dari pengalaman Suzuki yang pernah menjual Thunder 125 tanpa engkol dan babak belur dalam penjualan (meski banyak faktor yang mendasari hal itu). Tetapi mindset orang kita terhadap motor memang susah-susah gampang bergeser. Misal, kekhawatiran soal aki tekor jika terlalu sering memakai electric starter, Atau ada yang punya kebiasaan memanaskan motor dengan mengengkol beberapa kali dengan kondisi kontak motor off (bermaksud menaikkan oli dan 'menyiapkan' ruang bakar sebelum dibakar beneran, #perkiraan TPblog saja ini).
Dalam keterangannya M. Abidin GM Technical PT YIMM kepada Motor Plus bahwa calon konsumen tidak perlu khawatir dengan aki tekor karena sudah ada pembenahan untuk menghindari itu.
Menurut TPblog dengan sejarah penjualan V-Ixion lama yang superb mungkin Yamaha tak perlu khawatir poin kick-starter jadi penghalang untuk bertarung dengan Honda CB150R Streetfire. Let see....
TPblog
Minggu, 12 Agustus 2012
Suzuki Inazuma, Jakarta 46 Juta On The Road
Penggemar touring! Nih Suzuki sudah buka inden Suzuki Inazuma 250. Di Jakarta motor SOHC berkapasitas bersih 248 cc dua silinder ini dibuka di angka 46 juta rupiah (on the road). Ada dua piluhan warna yang disediakan yaitu candy cardinal red dan pearl nebular black. Harga ini lebih mahal daripada Honda CBR 250 R non ABS yang dijual 40,5 juta rupiah, terpaut sedikit dengan versi ABS yang dilepas 47,15 juta.
Kelebihan Inazuma 250 adalah dapur pacu yang sudah 2 silinder. Sedangkan dari segi tampilan dan impresi berkendara, Inazuma berbeda dengan Ninja dan CBR. Inazuma mengambil segmen non fairing dan cenderung ke touring jarak jauh. Bisa terlihat dari desain jok yang menyatu dengan pembonceng serta desain bodi yang mencari kenyamanan.
Syarat inden cukup sediakan 2 juta rupiah dan fotokopi KTP. Tetapi pihak PT SIS belum mengeluarkan pernyataan kapan unit Inazuma sampai di tangan konsumen. Pendaftaran inden hanya bisa di lakukan di dealer atau cabang yang sudah mendukung sistem injeksi. Monggo.....
Bikin Nyaman Honda CRF 250 L
Meski belum dijual bebas di Indonesia, Honda CRF 250 L ini sudah dijual oleh importir umum salah satunya ole Probike di Jalan Panjang 88A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Honda baru ini untuk mengimbangi Kawasaki KLX 250 S yang sudah lama mengaspal di Indonesia. Dibekali mesin 250 cc yang katanya sama dengan CBR 250 R yang sudah DOHC, motor dua alam ini berkarakter overbore. Langkah piston lebih pendek daripada diameter. Karakter seperti ini menjanjikan kendaraan yang smooth dan mengedepankan kenyamanan harian daripada torsi.
Di Indonesia salah satu media yang sudah mencoba motor ini adalah Otomotif. Di websitenya salah satu point yang dicermati adalah kenyamanan berkendaranya. Motor yang diproduksi di Thailand ini dari segi dimensi tinggi tidak seperti KLX 250. CRF ini sedikit lebih bersahabat untuk orang bertinggi pas-pasan semisal 165 cm. Mereka hanya perlu sedikit jinjit atau menggantung satu kaki untuk tetap berpijak di tanah. Selain itu, karakter lembut shock belakang yang ambles setelah diduduki juga mempebri pengaruh kenya manan. Otomotif juga memberi poin lebih pada jok motor trail ini jika dibandingkan dengan kompetitornya. Jok CRF 250 L tetap lebar hingga ke ujung belakang hingga nyaman dipakai turing.
Desain CRF 250 L ciamik dicermati. Dengan konsep yang tidak "terlalu melebihi jaman" CRF ini tampak lebih sopan dan kalem dibanding kompetitor yang terkadang terlalu racing look atau future look dengan desain tajam. CRF ini di beberapa bagian masih membulat dinamis, khas Honda seperti jika kita bandingkan Honda CBR 250 dan Kawasaki Ninja 250.
Dari segi tampilan panel meter, tak tampak ada takometer. Hanya ada speedometer, fuelmeter, odometer. Fitur lain yang unik adalah penempatan bagasi kecil di balik nomor start sebelah kiri. Jika kita buka covernya tampak kotak kecil cukup untuk kunci-kunci kecil atau lap dan sarung tangan. Untuk cover nomor start kanan untuk cover knalpot.
Modifikasi untuk Kenyamanan Lebih
Tak bisa dipungkiri meski CRF ini motor dua alam yang dinamis, tetapi untuk perjalanan jauh masih kalah nyaman dengan motor berjenis turing. Jok yang sedikit kecil dan tipis adalah penyebabnya. Penulis menemukan sebuah forum jual beli di Thailand yang salah satu CRF nya dimodifikasi jok dan dipasang rak barang di belakang.
Rak stainless steel didesain begitu lebar dan sepertinya diperuntukkan membawa barang yang banyak dan berat. Terlihat di samping kanan kiri dibuatkan semacam pagar supaya barang tidak oleng kanan kiri. Tampilan semi sporty HOnda CRF 250 L berubah drastis menjadi touring bike. Selain itu sang penjual menambahkan busa jok dankulit jok yang didesain untuk diikatkan di jok asli. Jadi saat tidak diperlukan bisa langsung dilepas maka tampak jok aslinya. Ide yang cukup kreatif dan perlu dicontoh untuk penggemar trabas jarak jauh.
Selain dua hal penting di bagian belakang, area kemudi dilengkapi handguard yang diklaimnya memiliki kualitas tinggi. Selain itu panel dashboard dilengkapi soket 12 volt untuk GPS atau perangkat lain.
Untuk sementara, Honda CRF 250 L belum bisa disediakan oleh Astra Honda Motor. Bagi penggermar Honda tentu menunggu diluncurkannya motor ini oleh ATPM di Indonesia. Karena harganya pasti di bawah importir umum. Apalagi kalau bisa CKD di Indonesia pasti banderolnya tidak selangit. Bagaimana Honda?
Sabtu, 11 Agustus 2012
Rossi Kembali Ke Yamaha
Pasti. Legenda 9 kali juara dunia asal Italia yang nyleneh, Valentino Rossi bernostalgia dengan tim lamanya Yamaha di Moto GP. Setelah mencari info seputar kebenaran kabar ini, penulis langsung bertanya pada satu hal. Apakah paddock Lorenzo dan Rossi tetap akan dipisah seperti dulu? Hahaha, pertanyaan yang wajar karena bisa dibilang sebelum Rossi pindah ke Ducati, Yamaha seperti punya matahari kembar di timnya sehingga untuk setting motor pun harus dipisah. Rossi menandatangani kontrak selam dua tahun mulai kompetisi 2013, sama dengan kontrak Lorenzo. Lin Jarvis, managing director Yamaha Racing langsung yang mengumumkan pindahnya Rossi.
Valentino Rossi mengalami musim yang buruk dengan Ducati sejak kepindahannya pada 2011. Dari kelebihan tenaga motor sampai kesulitan menikung semua sudah diperbaiki Rossi dan tim. Hingga secara frontal musim kemarin Rossi meminta Ducati untuk keluar dari pakemnya dalam hal rangka, Jika biasanya Ducati konsisten dengan rangka tubular, Rossi menginginkan rangka deltabox disematkan untuk menggendong mesin. Alasannya tetap agar Desmodesici mudah dikendalikan.
Kembalinya Rossi tak hanya dirayakan tim balapnya, tetapi seluruh penggemar Rossi yang rindu akan tayangan Moto GP yang seru dan menghibur. Khusus di Indonesia yang merupakan pasar Yamaha terbesar di dunia kembalinya Rossi seperti durian runtuh. Dari sisi marketing, Lorenzo menurut pendapat penulis masih kurang moncer dibanding nama Valentino Rossi. Ini akan jadi senjata YIMM untuk bersaing dengan Honda dan Kawasaki (Suzuki masih tidur, Bajaj merangkak, TVS tertatih dll). Kita tentu ingat bagaimana saat Rossi selama tujuh tahun di Yamaha, penjualan motor Yamaha di Indonesia mencatat rekor dengan menyalip Honda!
Sekarang kita lihat saja tahun depan apakah dengan usia 33 tahun Rossi masih tajam kukunya di aspal panas Moto GP? Dengan mundurnya Stoner dari dunia balap maka saingan Rossi terbesar datang justru dari kamar sebelah alias Jorge Lorenzo. Yamaha yang dibangun Rossi dulu kini disempurnakan oleh Lorenzo. Selain dia ada pula Pedrosa yang meski kurang stabil dalam penampilannya tetapi tetap selalu berada di baris terdepan. Sementara mantan juara dunia lain Nicky Hayden sampai sekarang masih memiliki masalah yang sama dengan Rossi di Ducati. Seru lagi?
Sabtu, 28 April 2012
Stoplamp Ninja 250 di Yamaha Byson
Bukan bermaksud menjiplak tulisan Otomotif, tapi ini sekedar berbagi betapa kerennya lampu belakang punya Ninja 250 ditemplokin ke buntut 'Si Kebo' Yamaha Byson. Tampil di halaman 63 Tabloid Otomotif edisi 49:XXI, ada tiga Byson yang diprofilkan buntutnya.
Adalah Byson hitam milik Kemal Ahmad, biru metalik milik Abdul Rahman dan kelir putih ala turing kepunyaan Romadoni. Ketiganya berplat AB. Bentuk lampu belakang Ninja memang sangat pas dipasang di buntut Byson. Baik dari segi ukuran maupun estetika. Harganya pun hanya 100 ribu rupiah sudah berteknologi LED pula. Jika dibandingkan dengan aslinya yang nemplok di undertail menurut mereka punya Ninja lebih terang.
Di Otomotif edisi tersebut juga diterangkan cara pemasangannya. Setelah dapat satu buah stoplamp Ninja 250, kita siapkan panel buntut Byson yang perlu dicoak sesuai dengan profil lampu. Setelah terbuka buntutnya, tampak ada bagian behel Byson yang melintang di bagian dalam. Menyiasatinya agar lampu ninja bisa masuk yaitu dengan mencoak batok belakang stoplamp Ninja 250 tadi. Untuk detail pemotongannya sesuai selera saja.
Supaya kuat dipasang, stoplamp Ninja 250 dibuatkan dudukan dari plat 2 mm yang dibentuk sedemikian rupa (seperti huruf H) dengan 4 lubang baut 10 di tiap kakinya. Hal berikutnya tinggal mengatur kabel yang tadinya mengarah ke stoplamp Byson lawas di spakbor ke buntutnya. Lampu yang lama terserah apa mau cukup dismoke atau dilepas yang pasti agar tidak merusak tampilan belakang. Sip dah.
Senin, 02 April 2012
Bajaj Pulsar 200NS
- Lawan Berat Honda Tiger dan Scorpio
Produsen Bajaj untuk pasar otomotif India sudah menelurkan produk barunya yang bergenre telanjang alias naked. Motor baru itu berngaran Bajaj Pulsar 200NS yang kebanyakan materialnya sama persis dengan KTM Duke 200NS. Tetapi melihat pasar di negara berkembang serta situasi ekonomi sepertinya Bajaj sengaja melakukan substitusi di beberapa komponen untuk mengurangi biaya produksi.
Bajaj memiliki 39.26% saham KTM yang memungkinkan silang teknologi antar dua pabrikan ini bisa terjadi. Seperti halnya pabrikan mobil top dunia, dua merek beda negara ini menempatkan KTM di kelas premium sedangkan Bajaj untuk kelas yang lebih terjangkau.
Mesin Bajaj Pulsar 200NS sama halnya dengan KTM Duke 200 berbekal 199.5 cc isi silinder (bore 72mm x stroke 49mm) dan enam percepatan. Informasi dari Bajaj kedua tipe motor ini diproduksi di pabrik yang sama di India.
Ada sedikit perbedaan di mesin du motor ini. Jika KTM mengusung DOHC dengan pengabut injeksi, Pulsar ini dibekali SOHC dengan pencampur bahan bakar karburator. Perbedaan mencolok tentu saja pemakaian tiga busi sekaligus di Pulsar 200NS dibanding satu busi yang menancap di KTM.
Bicara mengenai tenaga yang dihasilkan Bajaj Pulsar 200NS diklaim bisa meraih 23,1 PS / 9500 RPM selisih sedikit dengan KTM Duke 200 yang menyemburkan tenaga sebesar 24,7 PS / 10.000 RPM. Bila kita lihat daya Pulsar sebesar itu, Honda Tiger yang bervolume silinder sama diklaim punya daya maksimum 16,7 PS / 8.500 RPM. Untuk torsi Pulsar berada di kisaran 13,5 ft-lb / 8000 RPM sedangkan Duke di angka 14 ft-lb / 8000 RPM.
Dari segi tampilan semua pasti sudah tahu desain Duke 200 yang ringkas dan sama persisi dengan KTM Duke 125. Bajaj sendiri konsisten dengan desain yang selama ini diusungnya dengan tangki yang lebih besar serta model headlamp dan lampu belakang yang setia trademarknya Bajaj. Meski begitu untuk kaki-kaki Pulsar sudah memakai monoshock untuk belakang. Shock depan mungkin demi tekan harga, Bajaj tidak memakai upside down.
Secara keseluruhan desain ini sangat India dengan ciri lampu besar dan jok tinggi. Honda dengan Tigernya patut berancang-ancang dengan kehadiran Pulsar ini apalagi revolusi desain sepeda motor di Indonesia bisa dikatakan melesat. Bison dan Scorpio juga cukup terancam dengan kehadiran motor pabrikan India ini.
sumber: Bajaj, Astra-Honda, berbagai sumber
Jumat, 23 Maret 2012
Honda 150 cc Sasis Tubular?
Membaca Motor Plus edisi 682/XIII kemarin pada halaman 28 ada artikel menarik. Disitu fokus ke gosip mengenai motor-motor baru yang akan menggelinding di Indonesia. Semua pabrikan sudah punya rencana untuk motor baru.
Skubek premium Honda PCX 125 yang sudah injeksi itu akan ada versi 150 cc nya. Bahkan sumber Motor Plus bilang PCX ini sudah diuji coba di jalan raya. Suzuki kabarnya akan mengeluarkan Nex versi injeksi. Honda masih punya rencana juga untuk menyandingkan motor baru 150 cc dengan CBR 150. Harga CBR yang di atas rata-rata motor sekelasnya membuat motor legendaris ini tak kuasa menahan gempuran Yamaha V-Ixion sebagai sesama pengusung sistem injeksi pada pengabut bahan bakarnya.
Motor baru Honda ini rencana bersasis tubular. Alasan ini dipakai karena untuk menguruskan harga CBR yang bersasis deltabox. Kabarnya motor ini nantinya memakai mesin Honda CBR yang full injeksi dan katanya harga tidak terpaut jauh dengan V-Ixion yang dijual Rp 21,115 juta. Dengan sasis tubular Honda menyasar segmen aliran street fighter. Modifikator Indonesia pasti ngiler lihat motor beginian karena selama ini belum ada motor sport yang mengusung pipa tubular untuk sasis.
Sebagai informasi, sasis Honda CBR 250 sudah menerapkan model tubular. Jadi kira-kira nanti motor baru ini mungkin mirip CBR 250 yang diterondolin dengan mesin sedikit lebih kecil.
Melawan itu semua Yamaha pun menyiapkan V-Ixion baru dengan bodi lebih besar, shock depan lebar dan ban yang juga lebih lebar. Kita tunggu kehadirannya.
Minggu, 11 September 2011
Yamaha RX King, Legenda Raja Jambret
Paling terkenal disebut dengan istilah "motor jambret" Yamaha RX King yang kini sudah discontinue justru semakin meningkat jumlah penggemarnya. Dari yang muda sampai yang tua (baru kesampaian bisa beli) bahkan para pengendara pemula juga meminang motor ini. Rata-rata mereka tertarik karena terpengaruh akan ketenaran motor ini.
| Yamaha generasi terakhir tahun 2009 (sumber: indomoto.blogspot.com) |
Sejak pertama kali diluncurkan tahun 1980 hingga terakhir pada tahun 2009 Yamaha klaim telah tembus angka 1 juta unit (beberapa sumber menyebut RX King lahir perdana tahun 1983). Hampir setiap pengendara mempunyai memori tersendiri dengan motor ini. Karena hampir semua melewati masa muda yang bersamaan dengan beredarnya King.
Yamaha RX King dibekali mesin 135 cc 2 tak berpendingin udara. Dengan sedikitnya perubahan mesin pada tiap-tiap tahun produksinya memungkinkan RX King dioprek-oprek demi memenuhi selera pemilik. Karakter RX King yang gesit dan kencang sering dimodifikasi untuk lebih meningkatkan performa. Dan keuntungannya, setiap barang variasi hampir pasti bisa dipasang pada motor RX King tiap tahun produksi.
Hingga kini Yamaha RX King selalu diburu.
(dari berbagai sumber-adm)
Senin, 08 Agustus 2011
Sepeda Motor Baru - Honda New Blade 110R
Sekelebat motor ini seperti Yamaha New Jupiter Z. Tapi kok ada logo sayapnya? Ternyata betul apa yang dimuat di Tabloid Motor Plus beberapa edisi lalu tentang bebek baru Honda. Tampaknya ini strategi baru Honda untuk menyabet Yamaha New Jupiter Z yang bagi kebanyakan konsumen menurut saya cukup tidak mendapat tempat di hati. Kecuali bagi mereka yang fanatik Yamaha.
Di Motor Plus Edisi 649/XII jagoan Honda ini digeber habis. Secara desain menurutnya tampilan New Blade benar-benar baru. Seperti headlamp yang dulunya di dada sekarang dikembalikan ke batok stang. Menurut info dari orang dalam Honda ini menuruti keinginan konsumen yang lebih suka posisi headlamp seperti ini. Inilah faktor terbesar yang menjadikan Jupiter Z dan Blade jadi seperti kakak adik. Sangat berbeda dengan pendahulunya, kepala New Blade ini jauh lebih gembrot.
Sayap dan dada New Blade juga berdesain baru meski sekilas lebih mirip sayap Honda Vario CBS Techno. Di situ ditanam lampu sein yang sangat panjang menjadikan dada Blade sepeda motor ini tampak membusung. Sangat Jauh beda dengan Blade versi pertama. Spatbor sendiri dikembalikan kodratnya ditempatkan di segitiga bawah seperti sepeda motor bebek secara umum.
Pembeda paling sip dan berpengaruh sebagai faktor penggebuk Yamaha dengan Jupiter Z nya adalah penambahan piranti penahan laju kendaraan belakang yang sudah menerapkan sistem disc brake.
Masih bersumber dari Motor Plus, kenyamanan berkendara khas Honda benar-benar diperhatikan di Honda New Blade ini. Seperti pemasangan pelindung kaki dari panas blok mesin sebelah kanan yang terbuat dari plastik. Selain itu detirapkan juga footstep fleksibel yang bisa menyesuaikan sudutnya ketika diajak rebah dan terpaksa footstep berciuman dengan aspal.
Secara umum, mungkin bagi beberapa orang motor ini hasil contekan dari Yamaha New Jupiter Z, tetapi sumber dari Motor Plus yang meneruskan keterangan dari petinggi Honda yang menyebutkan bahwa ini sudah melalui kajian dari perwakilan beberapa negara Asean dan Jepang. Yang pasti persaingan penjualan sepeda motor di Indonesia tetap panas dan tiap pabrikan sepeda motor punya senjata masing-masing di tiap periodenya. Hal ini sudah selayaknya diimbangi dengan perilaku di jalan yang menghormati sesama pengendara dan semoga pemerintah segera mendapat ide untuk memecah persoalan transportasi di tanah air.
Langganan:
Postingan (Atom)


















