Tampilkan postingan dengan label trobos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trobos. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Kawasaki KLX 200?

Wah, di beberapa blog ada kabar KMI akan menelurkan KLX berisi 200 cc. Ini mungkin untuk menjawab tantangan dari biker KLX 150 S yang sedikit mengeluhkan ukuran yang katanya pas untuk orang Indonesia namun kenyataannya banyak yang suka mengganti ring roda dengan yang lebih tinggi. Selain itu ada keluhan pula tenaga dan beberapa komponen mesin KLX 150 S kurang tahan lama untuk berpetualang ekstrim. Bagian kopling paling seriing dikeluhkan.

Jika benar ini memang sangat realistis mengingat KLX 250 maupu D-Tracker 250 harganya selangit di atas 30 juta. Ini seperti langkah Honda yang katanya akan mengeluarkan motor 150 cc bermesin CBR 15 R dan rangka tubular yang mengambil segmen harga di antara Mega Pro dan Tiger. Harapan biker akan dituruti di KLX 200 ini. Dengan mesin sedikit lebih besar, ada kemungkinan motor ini pakai ring 18" di roda belakang dan 21" di depan.  Dengan begitu jarak tanah ke jok pun meningkat. Entah akan diambilkan dari mesin motor apa ini KLX 200. Mengingat di Kawasaki pusat sana adanya 140 cc (dipakai KLX 150 S) dan di atasnya ada 250 cc. Mungkin ini benarr-benar varian baru hanya saja brother semua tak akan mengetahuinya dari website manapun karena bisa jadi Indonesia sekali lagi ditunjuk sebagai yang pertama untuk perilisnya seperti Ninja 250 kemarin.

Pantas ditunggu.

Wajib Beli Spion Berlampu Sein untuk Honda?

Kejadian tak menyenangkan dialami penulis ketika membeli sebuah Honda Vario 125 PGM-Fi di sebuah dealer di Jepara bagian timur. Jarwo, sang calon pembeli diminta untuk membeli sepasang kaca spion warna silver untuk melengkapi sepeda motornya. Karena merasa tak perlu itu, dia memilih untuk tidak membelinya. Tapi sales di dealer itu dengan nada sedikit memaksa harus membelinya seharga Rp. 250.000,00 dan jika tidak membelinya spion bawaan Vario pun tidak diberikan.

Nah..? Kaca Spion ini sebenarnya kiat dari Honda untuk kampanye safety riding. Seperti diketahui Honda dalam melengkapi produknya dengan fitur safety riding tidak main-main. Misal Side Stand Switch, Parking Brake dan pelopor sein terpisah dari lampu utama di motor bebek. Akan tetapi setelah ditelusuri tidak semua dealer memberlakukan kebijakan seperti itu. 

Untuk diketahui, syukur kalau ada petinggi Honda baca tulisan ini, bahwa kualitas kaca spion berlampu sein ini bisa dibilang jelek. Yang lebih jelek adalah kualitas kabel di dalam batang spion, mudah sekali putus.

Saran saja, ada baiknya bila tiap dealer tidak mewajibkan untuk membelinya tetapi hanya sebatas pilihan variasi pabrikan. Toh langkah tersebut tidak mengurangi niat kampanye safety riding nya Honda, karena pesan sudah tersampaikan meski barang tak terbeli. Jangan sampai ini hanya proyek segelintir orang untuk meraup keuntungan dari konsumen justru di saat pemerintah menerapkan aturan DP motor baru. Uang sebesar 250 ribu bisa mendapatkan spion yang jauh lebih baik, kan?

Kamis, 03 Mei 2012

242 Kilometer Tanpa Oli?

Gila. Toyota Avanza dan Honda Revo ini dibesut tanpa oli. Iya, produk baru dari Canada bernama Lupromax ini yang memungkinkan motor melaju tanpa oli di dalam mesinnya. Bahkan penasbihan ini secara resmi dimasukkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Minggu, 29 April 2012 di Serpong, Tangerang, Banten. 

Pengetesan tersebut bisa dibilang abnormal. Motor dan mobil yang akan diuji tentu sudah ada oli di mesinnya ditambahkan cairan Lupromax sebanyak satu botol berisi 30 ml. Kemudian kendaraan dipakai muter-muter sekitar 500 meter baru oli mesin dikuras habis sampai tetes akhir. Untuk meyakinkan rekor ini, lubang oli disegel oleh MURI.

Di tabloid Motor Plus edisi No. 688/XIII menyebutkan target awal pengetesan adalah 85 km karena rekor sebelumnya sejauh 81,9 km. Akhirnya hari itu diputuskan untuk melaju terus. Jarak yang dapat dicapai sangat fantastis. Kendaraan tanpa oli bisa berjalan sampai 242.8 km! Itu dicapai dengan waktu 7 jam 35 menit.

Ruby Widjaja CEO PT Magna Indonesia yang mempunyai produk Lupromax seperti yang disebutkan Motor Plus mengatakan mesin yang dipakai masih tetap halus dan tidak kenapa-kenapa. "Kuncinya durability Lupromax yakni adanya formula aditif Heat Activated Technology (HAT)", imbuhnya.

Jumat, 14 Januari 2011

Honda Revo AT



Honda meluncurkan salah satu motor yang paling canggih saat ini sekaligus praktis dan nyaman. Motor yang digadang-gadang akan menjadi tren baru di dunia sepeda motor tanah air. Honda menamakannya Honda Revo AT.

Dari namanya bisa kita lihat ini bukan Honda Revo biasa. Dari nama belakangnya bisa ditebak kalau motor ini bertransmisi otomatis layaknya Honda Vario ata Honda Beat yang lebih dulu muncul. Tetapi apa bedanya?

Honda Revo AT dipasangi teknologi yang oleh Honda dinamai Continuous Variable Automatic (CV-matic) yang merupakan pertama kalinya diterapkan di Indonesia. Honda Revo AT diperkuat mesin 4-tak berkapasitas 110 cc berteknologi EFT (Efficient & Low Friction Technology). EFT bertugas untuk meminimalkan gesekan antar komponen di dalam mesin sehingga akan lebih awet selain tentunya dengan perawatan yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Honda.

Mesin Revo AT yang juga menjadi unggulan adalah pengabut bahan bakar dengan sistem injeksi generasi ketiga dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter. Dengan ini mesin akan lebih optimal bekerja dan tahan lama, bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang yang rendah serta memenuhi standar Euro2.

Motor terbaru PT. AHM ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki motor lain, yaitu sistem pendinginan ganda. Yang pertama adalah pendinginan udada untuk CVT yang diposisikan di atas sehingga aman dari genangan air jika harus menerjang banjir.

Johannes Loman, Executive Vice President Director PT AHM mengatakan, Honda Revo AT ini mengedepankan konsep berkendara bebek dengan tuas rem kanan untuk rem depan sedangkan untuk rem belakang tetap mengadopsi sistem bebek yang menempatkan tuas rem belakangnya di kaki kanan. Secara kepraktisan bisa dibilang motor ini kurang. Jika Johannes Loman beralasan ini menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat yang telah lama mengendarai bebek dirasa kurang tepat. Karena riwayat motor matik (skubek) di Indonesia sudah cukup lama dan penjualannya sangat booming sehingga masyarakat pun sudah terbiasa dengan rem belakang di tangan kiri, ada baiknya Honda merevisi posisi tuas tersebut.


Fitur lain yang bisa diandalkan dari bebek matik ini antara lain sudah diterapkan di motor matik Honda lain, yaitu side stand switch yang memungkinkan mesin akan mati secara otomatis jika standar samping berfungsi atau dibuka. Selain itu juga dilengkapi brake lock yang terletak di sebelah kiri bawah dekat tangan pengemudi sebelah kiri sehingga mempermudah jangkauan. Fungsinya ialah seperti rem tangan pada kendaraan roda empat.

Pembaruan fitur lain juga rupanya diupayakan oleh Honda sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia denga menerapkan glow in the dark untuk kunci kontaknya. Triknya yaitu dengan menambahkan bahan fosfor di seputaran lubang kunci. Sedangkan untuk bagasi, Honda melengkapinya dengan kapasitas 6 liter di bawah jok.

Secara umum Honda Revo AT ini merupakan sebuah terobosan baru untuk pasar sepeda motor di Indonesia. Hanya saja secara desain, penempatan tuas rem belakang di kaki kanan pengendara terasa tanggung dan kurang seimbang jika dilihat tampak depan meski keseluruhan bodi Revo otomatis ini terlihat futuristis.


Senin, 01 Desember 2008

Aprilia Magnet


Difference riding sensation is one of interest to designers. Just like Heikki Naulapaa in 2004. This student of Royal College of Art proposed motorcycle design to Aprilia which was named Magnet. He combined two-wheels riding sensation with Formula 1 riding style.

Due to the concept was a combination of ride motorcycle and car, Heikki made the rider ‘half inside’. Just like in the picture. This motorcycle ever made by Aprilia with 550 cc hybrid engine. The control was using magnet on the front wheels. So that named Magnet.

Although having style like F1, the sensation of two wheels still remained. When in turn it still like a motorcycle.