Tampilkan postingan dengan label Kawasaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kawasaki. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2017

Kawasaki W175 bikin gregetan new buyer

Selamat pagi bro.
Jadi ceritanya gini. Kan di blogosphere masih anget nih soal produk retronya Kawasaki. Apa lagi kalau bukan W175. Nah, pas anter istri ganti kartu ponselnya di pusat kota Jepara, kebetulan deket sama satu-satunya dealer resmi Kawasaki di kota Ukir ini bro.

Penasaran saya mlipir bentar kali aja ada unit W175 yang dipajang. Sebenarnya sih pesimis karena ini dealer kecil walaupun populasi KLX akehe rak sebahene alias banyak banget! Tapi namanya juga untung, ada dari kejauhan tampak tangki putih ala teardrop montok dengan perawakan motor kayak jaduls style gitu. Di sebelahnya ada mas-mas berbadan kekar dan tampaknya masih muda, terpantau mengelus-elus itu motor. Sesekali jongkok tengok sana-tengok sini. Di sebelahnya lagi mungkin Omnya si mas cekikikan ke masnya sambil pijit-pijit smart phone.

"Baru mas? Atau display nih?" Saya asal cuap. "Baru mas." jawabnya.
"Berapa harga di Jepara mas?"
"31 mas"

Oh ga beda jauh ternyata bro, di Jakarta harganya mulai sekitar Rp 29,8 dan kalo sampai Jepara yang notabene kota kecil bisa dapet 31 juta ya cucok benget.


Singkat cerita, saya tanya apa udah nyoba motornya, rasanya gimana, bannya yang 17 inch kerasa kekecilan apa ndak, bla bla bla kepo gitu.  Dan mereka berdua salingpandang dan nyengir. Eh ternyata kejadian simple tapi cukup menyesakkan menimpa mereka bro!
Kunci motor tertukar sama konsumen di Semarang! Walaaaaah...mbededek atiku juuuuu... Aku yakin, itu mas-mas guatel tangannya buat nyobain si retro. Gimana nggak, motor baru, cash, tapi kunci ndak ada. Apees tenan. Wis yang penting sabar mas bro ndak perlu keringet dingin gitu, nanti juga kuncinya nyampe ke tangan. Iya, tapi nanti malem mungkin. hehehe....

Sambil menghabiskan waktu, karena istri juga belum selesai dengan urusannya. Ternyata si mas yang punya W175 tadi sudah gatel juga buat modif. Sebenarnya dia pengen yang versi tangki warna silver dan jok warna coklat, alasan dia retronya kental dengan warna itu. Tapi apa daya, stok terdekat ya warna putih seperti ilustrasi di atas itu. Menurutnya dia cukup penasaran dengan penampilan dan feel dari lingkar roda yang 17" dan dia berencana menggantinya dengan yang 18". 

Menurut saya sih cocok banget pake 18", apalagi jika dilihat dari depan, tangki W175 sebenarnya sangat lebar dan montok, jadi tampak kedodoran denga roda ring 17".

Lha, menurutmu gimana bro, kalau ada Kawasaki W175 di tangan bagian apa saja yang ingin diubah bro. Motor ini memang bahan banget! Cheers

Senin, 21 Januari 2013

Motor Baru

Produsen sepeda motor di Indonesia gempur-gempuran mengisi ceruk harga yang belum terisi. Setidaknya beginilah analisa para blogger top macam indobiker, tmcblog atau iwanbanaran. Perang antara dua pabrikan terbesar, Honda dan Yamaha menjadi yang terpanas. Masing-masing punya strategi sendiri-sendiri.

Baru saja kita dibikin heboh dengan pemberitaan yang massive tentang perang CB150R SF dengan Vixion Lightning bulan sudah muncul lagi motor baru dari kedua pabrikan tersebut. Honda yang beberapa tahun kemarin dihajar Vixion untuk segmen motor sportnya 'ngamuk' dengan sekaligus menelurkan dua jagoan dalam jangka waktu yang berdekatan. Hebohnya si teralis CB150R sudah kita dengar setahun lalu dari terawangan para blogger senior akhirnya terbukti memang dikeluarkan Honda. Berbekal mesin turunan dari CBR150R yang DOHC injeksi, CB head to head dihadapkan langsung dengan Vixion. Kabar santer keduanya sempat gempar selama berbulan-bulan. Waktu peluncurannya pun ditempatkan di munggu yang sama. Bener-bener duel.
Honda Verza 150, mengembalikan kegagahan Mega Pro (gambar: stephenlangitan)
Seperti baru kemarin Honda gegeran sama Yamaha di kelas 150 cc ini muncul lagi varian lain dengan kubikasi sama yang dilabeli Honda Verza 150. Sebenarnya kabar akan munculnya motor ini sudah sayup-sayup terdengar sejak lama. Bisikan para blogger meluas di dunia maya. Ini salah satu bukti Honda ingin merebut segmen motor laki dari Yamaha. Jika CB150R dihargai sekitar 22 jutaan maka si Verza yang mengusung mesin mirip New Mega Pro dipatok di angka 16-17 jutaan. Ngeri....karena ceruk harga segitu biasanya ditempati bebek-bebek super sepert Satria FU 150, CS-1 dan Jupiter MX. Ini dengan uang yang hampir setara sudah dapat motor laki yang termindset lebih tangguh dari bebek. Honda konsisten dengan anggapan masyarakat yang terlanjur menganggap motor Honda irit bandel dan tahan lama serta operasional banget. Kuat untuk beban berat juga termindset untuk pabrikan Honda. Mungkin Honda belajar dari NMP bahwa konsumen di negara kita lebih menyukai desain ala Mega Pro lama yang double shock, ini si Verza juga pede dengan shock stereo.

Pengabut bahan bakar Verza sudah injeksi. Untuk pelek tersedia versi palang dan jari-jari. Sedangkan spidometer info terakhir yang penulis baca dari blognya kang Iwan Banaran berdesain cukup modern namun minus rpm meter. 

Di segmen skutik, motor baru yang hadir dalam waktu dekat ini ada Yamaha Xeon RC. Merupaka produk lanjutan dar Xeon lawas yang sudah beredar di Indonesia tapi keberadaannya semakin tergerus hadirnya Vario 125 PGM-FI. Honda membekali banyak vitur unggulan untuk si Wantufaiv. Seperti yang sudah ada di skubek h=Honda lain yaitu parking brake lock dan side stand switch untuk fitur keselamatannya. Kali ini Yamah tak malu-malu menerapkannya pada produk baru mereka si Xeon RC. Rem parkir di Xeon diistilahkan dengan Smart Lock System sedangkan standar sampingnya diberi nama Smart Stand Switch.

Yamaha Xeon RC lawan tangguh Vario 125 PGM-FI (gambar: kompas otomotif)

 Sebenarnya ada satu lagi yang masih samar-samar akan dijadikan motor baru di Januari ini. Adalah Kawasaki yang kabarnya akan menelurkan turunannya ER6N dengan mesin Ninja. Rumor ini sudah ramai di blog-blog. Namun pihak Kawasaki lebih suka produk ini tetap misterius untuk ke depannya.

Beginikah calon Ninja 250 FI 'telanjang'?
Semoga artikel yang tak seberapa ini membantu.

Tigor

Minggu, 12 Agustus 2012

Suzuki Inazuma, Jakarta 46 Juta On The Road


Penggemar touring! Nih Suzuki sudah buka inden Suzuki Inazuma 250. Di Jakarta motor SOHC berkapasitas bersih 248 cc dua silinder ini dibuka di angka 46 juta rupiah (on the road). Ada dua piluhan warna yang disediakan yaitu candy cardinal red dan pearl nebular black. Harga ini lebih mahal daripada Honda CBR 250 R non ABS yang dijual 40,5 juta rupiah, terpaut sedikit dengan versi ABS yang dilepas 47,15 juta.

Kelebihan Inazuma 250 adalah dapur pacu yang sudah 2 silinder. Sedangkan dari segi tampilan dan impresi berkendara, Inazuma berbeda dengan Ninja dan CBR. Inazuma mengambil segmen non fairing dan cenderung ke touring jarak jauh. Bisa terlihat dari desain jok yang menyatu dengan pembonceng serta desain bodi yang mencari kenyamanan. 

Syarat inden cukup sediakan 2 juta rupiah dan fotokopi KTP. Tetapi pihak PT SIS belum mengeluarkan pernyataan kapan unit Inazuma sampai di tangan konsumen. Pendaftaran inden hanya bisa di lakukan di dealer atau cabang yang sudah mendukung sistem injeksi. Monggo.....

Bikin Nyaman Honda CRF 250 L

Meski belum dijual bebas di Indonesia, Honda CRF 250 L ini sudah dijual oleh importir umum salah satunya ole Probike di Jalan Panjang 88A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Honda baru ini untuk mengimbangi Kawasaki KLX 250 S yang sudah lama mengaspal di Indonesia. Dibekali mesin 250 cc yang katanya sama dengan CBR 250 R yang sudah DOHC, motor dua alam ini berkarakter overbore. Langkah piston lebih pendek daripada diameter. Karakter seperti ini menjanjikan kendaraan yang smooth dan mengedepankan kenyamanan harian daripada torsi.

Di Indonesia salah satu media yang sudah mencoba motor ini adalah Otomotif. Di websitenya salah satu point yang dicermati adalah kenyamanan berkendaranya. Motor yang diproduksi di Thailand ini dari segi dimensi tinggi tidak seperti KLX 250. CRF ini sedikit lebih bersahabat untuk orang bertinggi pas-pasan semisal 165 cm. Mereka hanya perlu sedikit jinjit atau menggantung satu kaki untuk tetap berpijak di tanah.  Selain itu, karakter lembut shock belakang yang ambles setelah diduduki juga mempebri pengaruh kenya manan. Otomotif juga memberi poin lebih pada jok motor trail ini jika dibandingkan dengan kompetitornya. Jok CRF 250 L tetap lebar hingga ke ujung belakang hingga nyaman dipakai turing.

Desain CRF 250 L ciamik dicermati. Dengan konsep yang tidak "terlalu melebihi jaman" CRF ini tampak lebih sopan dan kalem dibanding kompetitor yang terkadang terlalu racing look atau future look dengan desain tajam. CRF ini di beberapa bagian masih membulat dinamis, khas Honda seperti jika kita bandingkan Honda CBR 250 dan Kawasaki Ninja 250. 

Dari segi tampilan panel meter, tak tampak ada takometer. Hanya ada speedometer, fuelmeter, odometer. Fitur lain yang unik adalah penempatan bagasi kecil di balik nomor start sebelah kiri. Jika kita buka covernya tampak kotak kecil cukup untuk kunci-kunci kecil atau lap dan sarung tangan. Untuk cover nomor start kanan untuk cover knalpot.

Modifikasi untuk Kenyamanan Lebih
Tak bisa dipungkiri meski CRF ini motor dua alam yang dinamis, tetapi untuk perjalanan jauh masih kalah nyaman dengan motor berjenis turing. Jok yang sedikit kecil dan tipis adalah penyebabnya. Penulis menemukan sebuah forum jual beli di Thailand yang salah satu CRF nya dimodifikasi jok dan dipasang rak barang di belakang.


Rak stainless steel didesain begitu lebar dan sepertinya diperuntukkan membawa barang yang banyak dan berat. Terlihat di samping kanan kiri dibuatkan semacam pagar supaya barang tidak oleng kanan kiri. Tampilan semi sporty HOnda CRF 250 L berubah drastis menjadi touring bike. Selain itu sang penjual menambahkan busa jok dankulit jok yang didesain untuk diikatkan di jok asli. Jadi saat tidak diperlukan bisa langsung dilepas maka tampak jok aslinya. Ide yang cukup kreatif dan perlu dicontoh untuk penggemar trabas jarak jauh.

Selain dua hal penting di bagian belakang, area kemudi dilengkapi handguard yang diklaimnya memiliki kualitas tinggi. Selain itu panel dashboard dilengkapi soket 12 volt untuk GPS atau perangkat lain.

Untuk sementara, Honda CRF 250 L belum bisa disediakan oleh Astra Honda Motor. Bagi penggermar Honda tentu menunggu diluncurkannya motor ini oleh ATPM di Indonesia. Karena harganya pasti di bawah importir umum. Apalagi kalau bisa CKD di Indonesia pasti banderolnya tidak selangit. Bagaimana Honda?


Sabtu, 11 Agustus 2012

Rossi Kembali Ke Yamaha

Pasti. Legenda 9 kali juara dunia asal Italia yang nyleneh, Valentino Rossi bernostalgia dengan tim lamanya Yamaha di Moto GP. Setelah mencari info seputar kebenaran kabar ini, penulis langsung bertanya pada satu hal. Apakah paddock Lorenzo dan Rossi tetap akan dipisah seperti dulu? Hahaha, pertanyaan yang wajar karena bisa dibilang sebelum Rossi pindah ke Ducati, Yamaha seperti punya matahari kembar di timnya sehingga untuk setting motor pun harus dipisah. Rossi menandatangani kontrak selam dua tahun mulai kompetisi 2013, sama dengan kontrak Lorenzo. Lin Jarvis, managing director Yamaha Racing langsung yang mengumumkan pindahnya Rossi. 

Valentino Rossi mengalami musim yang buruk dengan Ducati sejak kepindahannya pada 2011. Dari kelebihan tenaga motor sampai kesulitan menikung semua sudah diperbaiki Rossi dan tim. Hingga secara frontal musim kemarin Rossi meminta Ducati untuk keluar dari pakemnya dalam hal rangka, Jika biasanya Ducati konsisten dengan rangka tubular, Rossi menginginkan rangka deltabox disematkan untuk menggendong mesin. Alasannya tetap agar Desmodesici mudah dikendalikan.

Kembalinya Rossi tak hanya dirayakan tim balapnya, tetapi seluruh penggemar Rossi yang rindu akan tayangan Moto GP yang seru dan menghibur. Khusus di Indonesia yang merupakan pasar Yamaha terbesar di dunia kembalinya Rossi seperti durian runtuh. Dari sisi marketing, Lorenzo menurut pendapat penulis masih kurang moncer dibanding nama Valentino Rossi. Ini akan jadi senjata YIMM untuk bersaing dengan Honda dan Kawasaki (Suzuki masih tidur, Bajaj merangkak, TVS tertatih dll). Kita tentu ingat bagaimana saat Rossi selama tujuh tahun di Yamaha, penjualan motor Yamaha di Indonesia mencatat rekor dengan menyalip Honda!

Sekarang kita lihat saja tahun depan apakah dengan usia 33 tahun Rossi masih tajam kukunya di aspal panas Moto GP? Dengan mundurnya Stoner dari dunia balap maka saingan Rossi terbesar datang justru dari kamar sebelah alias Jorge Lorenzo. Yamaha yang dibangun Rossi dulu kini disempurnakan oleh Lorenzo. Selain dia ada pula Pedrosa yang meski kurang stabil dalam penampilannya tetapi tetap selalu berada di baris terdepan. Sementara mantan juara dunia lain Nicky Hayden sampai sekarang masih memiliki masalah yang sama dengan Rossi di Ducati. Seru lagi?

Minggu, 05 Agustus 2012

Kawasaki KLX 200?

Wah, di beberapa blog ada kabar KMI akan menelurkan KLX berisi 200 cc. Ini mungkin untuk menjawab tantangan dari biker KLX 150 S yang sedikit mengeluhkan ukuran yang katanya pas untuk orang Indonesia namun kenyataannya banyak yang suka mengganti ring roda dengan yang lebih tinggi. Selain itu ada keluhan pula tenaga dan beberapa komponen mesin KLX 150 S kurang tahan lama untuk berpetualang ekstrim. Bagian kopling paling seriing dikeluhkan.

Jika benar ini memang sangat realistis mengingat KLX 250 maupu D-Tracker 250 harganya selangit di atas 30 juta. Ini seperti langkah Honda yang katanya akan mengeluarkan motor 150 cc bermesin CBR 15 R dan rangka tubular yang mengambil segmen harga di antara Mega Pro dan Tiger. Harapan biker akan dituruti di KLX 200 ini. Dengan mesin sedikit lebih besar, ada kemungkinan motor ini pakai ring 18" di roda belakang dan 21" di depan.  Dengan begitu jarak tanah ke jok pun meningkat. Entah akan diambilkan dari mesin motor apa ini KLX 200. Mengingat di Kawasaki pusat sana adanya 140 cc (dipakai KLX 150 S) dan di atasnya ada 250 cc. Mungkin ini benarr-benar varian baru hanya saja brother semua tak akan mengetahuinya dari website manapun karena bisa jadi Indonesia sekali lagi ditunjuk sebagai yang pertama untuk perilisnya seperti Ninja 250 kemarin.

Pantas ditunggu.

Sabtu, 28 April 2012

Stoplamp Ninja 250 di Yamaha Byson

Bukan bermaksud menjiplak tulisan Otomotif, tapi ini sekedar berbagi betapa kerennya lampu belakang punya Ninja 250 ditemplokin ke buntut 'Si Kebo' Yamaha Byson. Tampil di halaman 63 Tabloid Otomotif edisi 49:XXI, ada tiga Byson yang diprofilkan buntutnya.

Adalah Byson hitam milik Kemal Ahmad, biru metalik milik Abdul Rahman dan kelir putih ala turing kepunyaan Romadoni. Ketiganya berplat AB. Bentuk lampu belakang Ninja memang sangat pas dipasang di buntut Byson. Baik dari segi ukuran maupun estetika. Harganya pun hanya 100 ribu rupiah sudah berteknologi LED pula. Jika dibandingkan dengan aslinya yang nemplok di undertail menurut mereka punya Ninja lebih terang.

Di Otomotif edisi tersebut juga diterangkan cara pemasangannya. Setelah dapat satu buah stoplamp Ninja 250, kita siapkan panel buntut Byson yang perlu dicoak sesuai dengan profil lampu. Setelah terbuka buntutnya, tampak ada bagian behel Byson yang melintang di bagian dalam. Menyiasatinya agar lampu ninja bisa masuk yaitu dengan mencoak batok belakang stoplamp Ninja 250 tadi.  Untuk detail pemotongannya sesuai selera saja. 

Supaya kuat dipasang, stoplamp Ninja 250 dibuatkan dudukan dari plat 2 mm yang dibentuk sedemikian rupa (seperti huruf H) dengan 4 lubang baut 10 di tiap kakinya. Hal berikutnya tinggal mengatur kabel yang tadinya mengarah ke stoplamp Byson lawas di spakbor ke buntutnya. Lampu yang lama terserah apa mau cukup dismoke atau dilepas yang pasti agar tidak merusak tampilan belakang. Sip dah.

Jumat, 23 Maret 2012

Honda 150 cc Sasis Tubular?

Membaca Motor Plus edisi 682/XIII kemarin pada halaman 28 ada artikel menarik. Disitu fokus ke gosip mengenai motor-motor baru yang akan menggelinding di Indonesia. Semua pabrikan sudah punya rencana untuk motor baru. 

Skubek premium Honda PCX 125 yang sudah injeksi itu akan ada versi 150 cc nya. Bahkan sumber Motor Plus bilang PCX ini sudah diuji coba di jalan raya. Suzuki kabarnya akan mengeluarkan Nex versi injeksi. Honda masih punya rencana juga untuk menyandingkan motor baru 150 cc dengan CBR 150. Harga CBR yang di atas rata-rata motor sekelasnya membuat motor legendaris ini tak kuasa menahan gempuran Yamaha V-Ixion sebagai sesama pengusung sistem injeksi pada pengabut bahan bakarnya.

Motor baru Honda ini rencana bersasis tubular. Alasan ini dipakai karena untuk menguruskan harga CBR yang bersasis deltabox. Kabarnya motor ini nantinya memakai mesin Honda CBR yang full injeksi dan katanya harga tidak terpaut jauh dengan V-Ixion yang dijual Rp 21,115 juta. Dengan sasis tubular Honda menyasar segmen aliran street fighter. Modifikator Indonesia pasti ngiler lihat motor beginian karena selama ini belum ada motor sport yang mengusung pipa tubular untuk sasis.

Sebagai informasi, sasis Honda CBR 250 sudah menerapkan model tubular. Jadi kira-kira nanti motor baru ini mungkin mirip CBR 250 yang diterondolin dengan mesin sedikit lebih kecil.

Melawan itu semua Yamaha pun menyiapkan V-Ixion baru dengan bodi lebih besar, shock depan lebar dan ban yang juga lebih lebar. Kita tunggu kehadirannya.


Selasa, 15 Februari 2011

Kawasaki KLX 150 S vs Kawasaki D-Tracker 150

Perbedaan utamanya ada pada jenis dan ukuran ban. Semua pasti setuju dengan itu. tetapi selain itu ada beberapa item lain yang berbeda di antara sepeda motor yang nyaris kembar ini.

Pada awal kemunculannya, Kawasaki KLX 150 S langsung menyedot perhatian khalayak roda dua. sudah bertahun-tahun sejak terakhir kalinya secara resmi Suzuki TS 125 stop produksi praktis tak ada lagi produsen motor di Indonesia yang menjual motor jangkung. Kawasaki KLX 150 S saat itu bersanding dengan 'kakaknya' Kawasaki KLX 250 S yang lebih dulu diperkenalkan. Tetapi karena harga jual yang sangat tinggi untuk ukuran kebanyakan masyarakat Indonesia, kemunculan Kawasaki KLX 150 S di samping KLX 250 seperti sebuah berkah untuk pencinta motor trail. Dengan harga di kisaran 22 jutaan dan ukuran yang akrab dengan tinggi badan rata-rata orang Indonesia sudah sangat cocok dan diprediksi akan laris manis.


Kawasaki KLX 150 S memenuhi kebutuhan dengan kendaraan dual purpose. Cocok dengan jalan di Indonesia yang jauh dari mulus
Kawasaki KLX 150 S memakai ban 19" untuk depan dan 16" untuk belakang dengan profil semi 'ban pacul'. Ini  dimaksudkan agar konsumen tidak akan kesulitan memakainya di aspal. Sedangkan D-Tracker yang dijual sekitar 24 jutaan memilih ban dengan profil jalan raya ukuran 14" depan-belakang. Menurut beberapa orang, inilah yang menjadikan D-Tracker justru mirip mainan anak-anak karena tampak sangat kecil. Mungkin akan lebih 'serius' jika dipilih ring 16". Pihak KMI berpendapat, ring 14" lah yang paling cocok untuk jalanan di Indonesia. Dalam beberapa pengetesan oleh Tabloid Otomotif dan Tabloid Motor Plus memang diakui pemilihan ukuran ban ini sudah cocok baik dalam segi keselamatan maupun performa.
D-Tracker versi Amerika dan Eropa berkapasitas 125 cc

Perbedaan lain yang paling mencolok adalah jika KLX 150 S memakai shockbreker depan model konvensional, D-Tracker sudah memakai jenis upside down. Jenis seperti ini tentu selain mendongkrak tampilan juga kekuatan kaki-kaki. Jika KLX ingin mengadopsi shock yang tak ada label merk ini katanya harus merogoh kocek hingga 5 jutaan. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan jalan raya yang harus lincah selap-selip KMI membuat rake D-Tracker agak lebih tegak.

Mengimbangi kaki 14" D-Tracker menerapkan perbandingan sprocket 14/41, kendati bermesin sama KLX, supermoto mini ini mampu melesat cepat berakselerasi dan bernafas cukup panjang untuk putaran menengah dan atas. Mungkin itulah alasan mengapa dipilih ring 14". KLX 150 sendiri memakai 14/44 untuk sprocketnya, ganas di putaran bawah. Perbedaan lain hanya minor seperti spatbor depan dan kaca spion D-Tracker 150 yang mirip versi 250 cc. Yang cukup disayangkan, KMI tidak menyediakan pilihan warna hijau khas Kawasaki untuk supermotonya ini. Bagi beberapa konsumen yang fanatik tentu saja hal ini cukup mengganggu. Untuk fitur lainnya seperti speedometer mereka sama, masih tetap tanpa fuel meter. Awas ndorong.

Di luar negeri sana motor seperti ini juga beredar, namun untuk dual purpose berkapasitas 140 cc dan untuk D-Tracker mengadopsi dapur pacu 125 cc. Biasa dipakai untuk remaja yang baru saja mendapatkan SIM dan membutuhkan motor berkapasitas kecil.

Senin, 07 Februari 2011

Pilih Knalpot untuk Kawasaki Ninja 250R - Impor

Knalpot untuk Kawasaki Ninja 250R sudah sangat beragam, dari yang lokal hingga yang impor. Untuk knalpot lokal tulisan terdahulu sudah penulis wakilkan pada merk R9 dan CLD. Pada dasarnya knalpot untuk kebutuhan pemakai Baby Ninja biasanya jika tidak untuk fashion semata juga ada yang memang mengejar performa power dan kecepatan.

Terdapat dua jenis yang beredar. Salah satunya adalah produk variasi yang hanya menyertakan silincernya saja, atau biasa disebut slip on. Pemakai tinggal lepas silincer orisinal dan ganti dengan yang variasi. Kenaikan tenaganya tentu tidak terlalu besar, mungkin hanya sekitar 1,5 dk. Biasanya terdapat banyak pilihan suara, karena kebanyakan konsumen memang hanya bertujuan untuk fashion semata. 

Sedikit berbeda dengan knalpot variasi yang full system, terdiri dari silencer dan header. Kenaikan tenaganya bisa mencapai 4-5 dk. Produk Two Brothers misalnya, header sendiri bisa menyumbang tenaga sebesar 2,5 dk.

Bicara soal merk, buatan Jepang tersedia merk Moriwaki, Yoshimura, K. Factory Diablo, dan Naser Beet Evo. Mereka menyediakan baik versi slip on dan full system dan bermain di kisaran harga 6 hingga 12 jutaan. Slovenia juga menyumbang merk. Merk ini cukup terkenal, Akrapovic yang berlambang seperti kalajengking. Dia hanya menjual versi slip on. Untuk tipe carbon mereka jual seharga 6 jutaan sedangkan untuk yang berbahan titanium dibanderol 5,5 jutaan.

Negerinya Napoleon, Perancis juga punya merk untuk knalpot variasi Ninja kecil, namanya serem, Devil. tipe carbon full system dijual seharga 7 jutaan rupiah. Buatan Eropa lainnya ada Remus dan Leo Vince SBK. Seperti merk eropa lainnya Remus menyediakan versi slip on di rentang harga 5,3 - 5,7 jutaan. Merk Leo punya tipe full system dijual Rp. 6,5-7 jutaan. (sumber: Motor Plus 623/XI)

Semua tergantung kebutuhan, jika hanya mengejar fashion lebih baik memakai yang punya karakter suara yang lebih lembut agar bisa lebih damai didengar di jalanan. Namun seiring maraknya OMR Ninja 250R patut memilih yang bisa menghasilkan power lebih. Akan memalukan jika tampilan racing habis tetapi tenaga loyo.

Minggu, 06 Februari 2011

Pilih Knalpot untuk Kawasaki Ninja 250R - CLD

Pada tulisan sebelumnya penulis membeberkan sedikit informasi mengenai knalpot aftermarket untuk Kawasaki Ninja 250R merk R9 (Racing Generation) yang dijuragani oleh Sjafrie Ganie alias Jerry. Selain itu ada juga merk CLD (Champion Leader Development) yang dipimpin oleh Dodo Julianto.

CLD juga menawarkan banyak tipe untuk line-up knalpot Ninja 250R. "Setidaknya ada 7 pilihan model, baik itu menurut bahan silincernya atau ukurannya." jelas Dodo seperti yang ditulis oleh tabloid Motor Plus edisi minggu pertama Februari 2011.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan knalpot CLD masih impor tetapi proses pembuatannya di Tanah Air. Dari segi performa, sudah banyak tim balap yang menggunakan produknya, terutama tipe Monster Carbon. Menurut Dodo peningkatan powernya bisa mencapai 5 dk. Masih menurut Dodo, dengan tidak sedikitnya tim balap yang memakai produknya, membuktikan produk lokal bisa bersaing dengan serbuan knalpot buatan luar negeri. Bravo industri nasional!!!

Pilih Knalpot untuk Kawasaki Ninja 250R - R9

Salah satu cara untuk mendongkrak tenaga Kawasaki Ninja 250R adalah dengan mengganti knalpot standarnya dengan produk aftermarket atau biasa disebut knalpot racing. Untuk Ninja jenis ini memang sedang booming dan terdapat banyak sekali pilihan di pasaran. Motor Plus sebagai salah satu tabloid sepeda motor terbesar di tanah air juga berpendapat sama, seperti yang ditulis pada edisi 623/XI Februari 2011 halaman 11.

Knalpot Ninja variasi selain berfungsi mempercantik tongkrongan juga dapat meningkatkan performa. Salah satu merk yang terkenal, R9 memiliki banyak tipe, mulai dari yang berharga Rp 2,2 - 5,5 juta. Menurut sumber Motor Plus, Jerry (panggilan akrab Sjafrie Ganie, juragan R9), "Power yang dihasilkan mencapai 1,6-3,8 dk,".

Jerry yang sebentar lagi meluncurkan knalpot full titanium mengatakan saat ini beredar 6 pilihan knalpot yang terbuat dari bahan stainless steel. "Tipe Mugello Rp. 2,4 juta, New Mugello Rp. 4,2 juta, Blue Monza Rp.3,2 juta, Mugello NG Rp 3,2 juta, Motegi Rp 2,6 juta dan New Monza Rp 4,6 juta." jelas Jerry yang produknya sudah mulai laris manis ini.

Sabtu, 11 September 2010

Upgrade KLX 150 S


The coming of Kawasaki KLX 150 S can be an other alternative to Indonesian biker. An offroad motorbike with a proporsional size and style. With an 16" rim rear and 19" at front makes KLX 150 fit to Indonesian bikers. Some of them modify the wheels to be a supermoto. Commonly they change into 17" on road tires.

But there's differences if we want to use it on road. It will so heavy to reach the maximum speed.
So we need to upgrade it.

KLX 150 S has 10,33 hp/7.800 rpm power and 10,06 Nm/6.000 rpm of torque. With a simple touch we can upgrade it to 17,3 hp/8.875 rpm, and torque 14,77 Nm/7.640 rpm.

Here are the details.

Cylinder block and piston
Piston changed with 61,5 mm (stock 58 mm). With this kind of application we don't need to change the liner and lathe the crankcase. Piston from LHK product, we just need to modify the pin to 15 mm (stock 14 mm).

Cylinder head
In valve 27 mm to modify to 30 mm. Usually we can use valve of cars. We just change the sitting valve, don't need to change the valve angle.

Camshaft
For this part we need to make the duration into 270 degrees, and lift 2 mm.

Ignition
CDI changed which has higher limiter and can be set curve.

Exhaust system
We use free flow exhaust system, for example we use CLD product.

(from otomotifnet.com)

Senin, 27 April 2009

Kawasaki KLX 150 S







This is the new Kawasaki products released in Indonesia on April. Just like its tagline. Light Trail, Delight Your Ways, this dual-purpose bike looks not really heavy if we compare it to other competitors. From its size, with 19" in front and 16" for rear, is very fit for Indoonesian posture. The design is as cool as KLX 250 S. But it has modern touch in the rear fender design. Which is duplicate from sport bike. The only thing is why they don't put the wavy discs on it

KLX 150 S Specification

Type Mesin : 4-Langkah, SOHC, 2 katup
Jumlah & Isi Silinder : 1 buah & 144cc
Diameter x Langkah : 58,0 x 54,4mm
Perbandingan Kompresi : 9,5:1
Daya Maksimum : 8,60kW / 8000 rpm
Torsi Maksimum : 12 Nm / 6500 rpm
Karburator : Keihin NCV24
Sistem Starter : Kick Starter & Electric Starter
Tipe Transmisi : 5 speed return
Perbandingan Roda Gigi : Ke-1: 2,917 (35/12)
Ke-2: 2,000 (32/16)
Ke-3: 1,474 (28/19)
Ke-4: 1,182 (26/22)
Ke-5: 1,000 (24/24)
Perbandingan Gigi akhir : 3,143(44/14)
Jumlah Rasio Roda Gigi : 9,051 pada Top Gear
Sistem pengapian : DC-CDi
Idle Speed : 1400(+-50) rpm
Frame High-Tensile steel, box-section perimeter
Jarak Poros Roda : 1285 mm
Jarak terendah ke tanah : 250 mm
Berat maksimum / Berat kosong : 228 kg / 108 kg
Tipe Rangka : Perimeter, Box-Section, High Stainless Steel
Suspensi Depan : 33mm telescopic fork / 7.1 in.
Suspensi Belakang : UNI-TRAK® linkage system and single shock with 5-way preload adjustability / 7.1 in.
Panjang x Lebar x Tinggi : 1975 X 760 X 1080 mm
Rem Depan : Hidrolic, Single-Disc
Rem Belakang : Hidrolic, single-Disc
Roda Depan : 70/100-19
Roda Belakang : 90/100-16
Julur Depan :
310 mm
Julur Belakang : 380 mm
Tipe / Panjang Kemudi : Handle Bar / 760mm
Sudut putar : 43° ke kiri dan 43° ke kanan


resources: www.motorkawasaki.com

Kamis, 02 April 2009

The New Kawasaki KLX 150 S Finally Appeared


This picture was scanned from Motor Plus weekly paper No. 527. After the two wheels consumers wait since The Jakarta Motor Show last year, finally The New Kawasaki KLX 150 S appeared. This bike is to complete the Kawasaki varians. After Ninja 250, KLX 250 S, Athlete 125, and the former Ninja 150 series and Blitz. If KLX 250 S sale in range IDR 50's millions in Indonesia, KLX 150 S is the cheap version. From the news, they probably sale in range IDR 20's millions.
In that range we had have Honda Mega Pro, Yamaha V-Ixion, Bajaj Pulsar 180, and TVS Apache for the lower price and we have Honda Tiger Revo, Yamaha Scorpio, Bajaj Pulsar 200 for the higher price range. All of them have the similarities in model, touring sport bike. KLX 150 S is different. It's just kind of an enduro. It's compatible to through Indonesian character street which has a lot of broken asphalt.
From the picture it looks like KLX 140 except it has head lamp, sign, rear lamp and back mirror. We can see also they difer in the disc brakes. If the American version they put wavy discs, but not this one. We have to glad for the rear fender design. It's not like KLX 250 S.



Minggu, 22 Maret 2009

KAWASAKI D-TRACKER 2009

This is it! The brand new product from Kawasaki. PT. KMI (Kawasaki Motor Indonesia) plans to release Kawasaki D-Tracker 2009 this year. It seems serous because they displayed this bike on the Jakarta Motor Show last year with a new dirt bike, the cheap version of KLX 250 S, a KLX 150 S.
D-Tracker and KLX 250 basically are same. The differences are only in tires, front fork (D-Tracker has shorter fork), front disc brake, back mirror, and may be the final gear for D-Tracker which is smaller.