Rabu, 18 April 2018

Yamaha Lexi 125, Mio 125 series, Honda Vario 125

Oke, ketiga motor di judul itu sama-sama memiliki kapasitas ruang bakar 125 cc. Di pihak Honda punya Vario 125 yang baru saja mendapatkan update pada tampilannya. Punya basis desain sama dengan Vario 150 tetapi beda di detail finishingnya. Jika Vario 150 diberikan kesan elegan dengan warna yang polos tetapi berkarakter kuat dan dewasa, maka Vario 125 lebih ke arah sporty dengan penambahan stripping atau decal sebagai identitasnya. Garis bodi kedua motor andalan Honda ini tidak menampakkan bahasa design sebagai yang kita kenal dengan big scooter. Mereka bertahan dengan siluet racy yang serba lancip, bodi belakang nungging dan bagian depan yang nampak menunduk. Apalagi di update terbarunya setang sepertinya lebih menekuk ke dalam dan dibungkus dengan cover yang cukup mungil.
Di sisi Yamaha saat ini cc terkecil varian matic memang sudah 125 cc semua. Sebenarnya di judul itu kurang X-ride yang mengusung mesin sama dengan Mio. Mio terbaru saat ini adalah Mio S yang memiliki bahasa desain lebih normal dan kalem tidak racy maupun big scooter look. Dia lebih 'biasa' dan terkesan dibuat memang untuk entry level. Mio S ambil basis seperti desain Mio Soul generasi pertama dengan sudut-sudut yang membulat.
Yamaha punya satu 125 cc lagi yang kebetulan baru diluncurkan yaitu Yamaha Lexi yang diposisikan sebagai maxi scooter. Desain Lexi lebih sederhana bila dibandingkan dengan N-Max. Jujut di mata saya dulu N-Max sangat tidak menarik karena tidak mempunyai desain yang mengalir enak. Dia tampak tegak pesek di bagian depan tetapi hampir datar di bagian samping hingga belakang. Tetapi kenyataan bicara lain. N-Max justru laris manis karena beberapa faktor menurut saya. Yang pertama dibantu oleh Honda. Kenapa Honda malah bantu? Karena saat itu ada PCX impor yang harganya sundul langit untuk ukuran matic 150 cc. Maka banyak konsumen yang ngidam PCX beralih ke N-Max. Yang kedua mulai banyak konsumen yang butuh diferensiasi desain motornya. Jika sebelumnya hampir semua matic beorientasi racing look dengan ujung lancip dan bodi nungging, maka kehadiran N-Max jadi pembeda. Yang ketiga tidak bisa dibantah N-Max memiliki posisi berkendara yang sangat nyaman meski beberapa bilang shock breaker belakangnya cukup keras. Tetapi secara ergonomi, Vario kalah jauh untuk kenyamanannya.
Kembali ke Lexi, dia menganut bahasa yang sama dengan N-Max, tampak tegak pesek di depan bahkan jauh lebih sederhana tanpa ada banyak lekukan. Dan tampak kalem di samping hingga belakang.
Entah apakah Lexi nanti bisa mengulang kesuksesan N-Max atau tidak karena di harga tertingginya yang hampir 23 jutaan bersaing dengan New Vario 125.
Kita lihat beberapa bulan ke depan.
Salam.

Selasa, 17 April 2018

Batok Stang Honda Vario 150 2018

Oke, kemarin 16 April 2018 AHM resmi mengenalkan Vario 150 dan 125 terbarunya. Update terbanyak tampak pada bagian body. Meski tidak meninggalkan guratan utama dari model sebelumnya rupanya bagian dada mengadopsi milik New PCX lokal yang juga produk baru yakni dengan gaya mata beralis. Jadi di atas lampu utama ada DRL yang panjang dari tengah hingga atas.
Penambahan DRL panjang ini menyebabkan dada sang Vario tampak membusung sehingga batok stang tampak kecil dan jadi mirip modifikasian jaman dulu.

Jadi dulu pas SD atau SMP masih ngetrend lah modifikasi gaya road race ala Hendriansyah. Leher penopang stand sengaja dipotong agar posisi kemudi jadi lebih randah dan bisa menunduk abis saat digeber. Tak jarang mereka mengorbankan fungsi lampu jadi tidak standar lagi. Ada yang jadi sorot lampunya mendongak bahkan banyak pula yang rela buta tanpa lampu. Karena saat itu semua motor lampunya di setang.

Kembali ke Vario. Rupanya Honda membedakan velg di varian 150 dengan 125. Vario 125 masih memakai model palang lurus seperti tipe sebelumnya sedangkan yang 150 cc memakai model baru yang menurut saya lebih cocok dengan aliran lekuk bodi si matic ini.

Dek kaki rupanya masih setia dengan model datar jadi bisa untuk beli air atau gas. Mungkin ini sudah riset dengan karakter konsumen di Indonesia. Yang mengagetkan justru di bagian belakang. Lampu sein dibikin nempel dengan spakbor seperti motor laki CB/CBR misalnya.Lampu rem sendirian nempel di bodi. Ini sih secara safety jadi peningkatan lebih baik, karena pemisahan lampu sein dan lampu rem akan memudahkan pengendara di belakang dalam memantau sinyal yang diberikan si pengendara Vario.

Demikian, mungkin sebentar lagi motor-motor ini sudah akan didistribusikan di daerah-daerah dan tak sabar rasanya mencoba joknya yang terkenal keras!

Salam

Selasa, 26 Desember 2017

Kawasaki W175 bikin gregetan new buyer

Selamat pagi bro.
Jadi ceritanya gini. Kan di blogosphere masih anget nih soal produk retronya Kawasaki. Apa lagi kalau bukan W175. Nah, pas anter istri ganti kartu ponselnya di pusat kota Jepara, kebetulan deket sama satu-satunya dealer resmi Kawasaki di kota Ukir ini bro.

Penasaran saya mlipir bentar kali aja ada unit W175 yang dipajang. Sebenarnya sih pesimis karena ini dealer kecil walaupun populasi KLX akehe rak sebahene alias banyak banget! Tapi namanya juga untung, ada dari kejauhan tampak tangki putih ala teardrop montok dengan perawakan motor kayak jaduls style gitu. Di sebelahnya ada mas-mas berbadan kekar dan tampaknya masih muda, terpantau mengelus-elus itu motor. Sesekali jongkok tengok sana-tengok sini. Di sebelahnya lagi mungkin Omnya si mas cekikikan ke masnya sambil pijit-pijit smart phone.

"Baru mas? Atau display nih?" Saya asal cuap. "Baru mas." jawabnya.
"Berapa harga di Jepara mas?"
"31 mas"

Oh ga beda jauh ternyata bro, di Jakarta harganya mulai sekitar Rp 29,8 dan kalo sampai Jepara yang notabene kota kecil bisa dapet 31 juta ya cucok benget.


Singkat cerita, saya tanya apa udah nyoba motornya, rasanya gimana, bannya yang 17 inch kerasa kekecilan apa ndak, bla bla bla kepo gitu.  Dan mereka berdua salingpandang dan nyengir. Eh ternyata kejadian simple tapi cukup menyesakkan menimpa mereka bro!
Kunci motor tertukar sama konsumen di Semarang! Walaaaaah...mbededek atiku juuuuu... Aku yakin, itu mas-mas guatel tangannya buat nyobain si retro. Gimana nggak, motor baru, cash, tapi kunci ndak ada. Apees tenan. Wis yang penting sabar mas bro ndak perlu keringet dingin gitu, nanti juga kuncinya nyampe ke tangan. Iya, tapi nanti malem mungkin. hehehe....

Sambil menghabiskan waktu, karena istri juga belum selesai dengan urusannya. Ternyata si mas yang punya W175 tadi sudah gatel juga buat modif. Sebenarnya dia pengen yang versi tangki warna silver dan jok warna coklat, alasan dia retronya kental dengan warna itu. Tapi apa daya, stok terdekat ya warna putih seperti ilustrasi di atas itu. Menurutnya dia cukup penasaran dengan penampilan dan feel dari lingkar roda yang 17" dan dia berencana menggantinya dengan yang 18". 

Menurut saya sih cocok banget pake 18", apalagi jika dilihat dari depan, tangki W175 sebenarnya sangat lebar dan montok, jadi tampak kedodoran denga roda ring 17".

Lha, menurutmu gimana bro, kalau ada Kawasaki W175 di tangan bagian apa saja yang ingin diubah bro. Motor ini memang bahan banget! Cheers

Sabtu, 18 Juni 2016

Di Mana Populasi Yamaha Xabre?

Entah saya yang kurang sering di jalanan atau memang minim populasinya, motor yang sejatinya sudah diluncurkan berbulan-bulan lalu tetapi sampai hari ini belum pernah lihat seliweran di jalan. Padahal ini motor digadang-gadang sebagai pendobrak tradisi motor produksi massal di Indonesia.

Meski bukan yang pertama pakai shockbreaker upside down (ada lebih dulu Kawasaki D-Tracker 150) tetapi perlu diingat ini adalah produk Yamaha yang notabene sedang perang dengan Honda kan? Lebih-lebih warna USD nya sangat mencolok kuning emas ala Ohlins gitu. Sudah pasti seharusnya gampang dilihat di jalanan.

Tak tanggung-tanggung, peluncuran Xabre langsung ditrigger oleh legenda Moto GP Valentino Rossi pada Januari lalu di Bali, kurang gahar apa coba? Apa pesona Rossi kurang charming untuk menghipnotis mootoris untuk meminang Xabre ini? Atau desain yang radikal belum siap diterima konsumen motor di Indonesia?

Di otosia.com, Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT YIMM pernah mengatakan bahwa target mereka untuk Xabre adala 5000 sebulan dan pada Februari sampai April waktu itu terjual 11.986 (delivered). Nah herannya ini pada dipake atau nggak sih motor ganteng ini? Di jalan ndak pernah lihat bro!

Selasa, 28 Juli 2015

Grand New Avanza, Great New Xenia

Duo kembar Toyota-Daihatsu mulai menebar teror kelas low MPV yang sebelumnya dikuasai mereka juga. Bocoran-bocoran gambar bertebaran. Jika Avanza disematkan nama Grand New, maka Xenia baru meleset sedikit namanya dengan Great New. Secara desain jika dilihat dari samping siluetnya sih mirip-mirip versi sebelumnya. Desain depan memiliki perubahan palung banyak dengan lampu dengan potongan melengkung di belakang. Saya pribadi merasakannya desain lampu untuk duo ini kurang tegas karena lengkungannya itu.
Sepintas ada kemiripan dengan generasi awal Fortuner. Ada juga "rasa" Ford Ecosport dan sedan Vios baru. Tren Toyota yang pede dengan grill menganga juga diterapkan di Avanza. Sepintas juga tampak tinggi lampu juga meningkat. Terlihat begitu lebarnya garis bemper terbawah hingga lampu yang maksimal. Jadi agak bias juka dibilang ini low MPV karena garis desainnya mlipir juga ke low SUV. Coba lihat dari samping....

Dengan tingginya bemper hingga lampu terlihat sepintas mirip juga dengan SUV Mitsubishi Pajero. Iya apa nggak? Relatif juga sih ya.

Pindah ke belakang nampaknya tidak ada perubahan yang frontal dengan edisi sebelumnya. Hanya ditambahkan aksen lampu tambahan yang menempel di pintu bagasi layaknya Innova terbaru. Paduan ini seperti lampu belakang milik Avanza-Xenia lawas plus potongan lampu belakangnya Nissan Grand Livina. Iya apa nggak bro?


Monggo dicoba nanti di pertengahan Agustus. Kabarnya akan ada test drive di dealer-dealer. Menarik untuk dicoba. Mengingat duo ini mengusung teknologi pengabut bahan bakar baru berngaran Dual VVTI. Toyota dan Daihatsu mengklaim penggunaan Dual VVTI membuat konsumsi bbm yang lebih irit dan pembakaran mesin yang sempurna.

Kita tunggu.

Africa Twin? Honda CRF1000L

Bro semua...
Saya termasuk masih awam dalam hal pengetahuan roda dua dunia. Tahunya Honda Supra mulu...hehehe. Jebul di luaran sana ada legenda adventure dari sang raksasa Jepang, Honda. Terkenal dengan nama Africa Twin... Hehehe Kembar Afrika... Maksude opoooo. Nanti dibahas di artikel terpisah saja yah.

Ternyata rumor kedatangan versi barunya Africa Twin ini sudah lama, man. Penasaran jadulnya Africa Twin? Nih bisa dikira-kira buatan tahun berapa itu..

Yap.. dibuat di rentang tahun 1989 hingga 2003 Africa Twin dulunya bukan keluarga CRF melainkan dia memiliki nama XRF750. Memiliki bodi bongsor dengan ground clearance tinggi khas motor petualang.

Kembalil ke yang versi baru. CRF1000L dibenamkan di sasis cast aluminium  twin spar yang merupakan mesin yang sama sekali baru untuk Africa Twin. Dengan kapasitas bersih 998 cc dua silinder segaris sang africa Twin dilengkapi teknologi transmisi baru, man. Honda menamakannya Dual Clutch Transmission (DCT) yang mana memungkinkan pengendara bisa memilih transmisi manual atau otomatis. Oya? Hambuh..
menurut mereka sih saat mode otomatisnya on, ada komputer pintar yang tetap mengatur optimalisasi torsi saat menanjak dan engine brake saat menurun untuk membantu pengereman meski sudah ABS.

Seperti sobat ketahui engine brake diperlukan banget untuk jalan menurun agar motor mudah dikendalikan dengan feel manusia. Hehehee.

Rem ABS nya sendiri juga disematkan fitur switchable. Artinya bisa dinonaktifkan terutama utntuk yang roda belakang. Gunanya mungkin untuk manuver-manuver tertentu (ngepot) saat beraksi di lintasan off road yang kadang memang dibutuhkan untuk mengendalikan arah kuda besi saat dalam kecepatan tinggi di tikungan...srooook!!

Sobat bisa tengok ini desain Africa Twin yang baru. Bodi nampak lebih ramping dan memiliki shroud yang Honda banget. Mirip-mirip tebeng CBR. Di motorcyclenews.com disebut desain CRF100L ini agar memungkinkan sang rider untuk berpetualang di lintasan offroad sekaligus berdamai di lintasan aspal. Di sisi lain desain seperti ini juga tidak menyulitkan untuk yang pengen menggunakan sang petualang untuk motor harian. Komplet.

Saingan Honda CRF100L Africa Twin ada KTM 1190 Adventure R dan BMW R1200GS Adventure. Meski sebenarnya kalau disandingkan secara head-to-head tidak terlalu sepadan. Namun hal lain seperti kemudahan yang diberika Honda dengan Dual Clutch Transmissionnya bisa jadi daya tarik tersendiri untuk pemula. Tertarik?

Semoga berguna....

sumber: motorcyclenews.com dan kompas.com

Produk Honda dan BBM yang Cocok

Bro semua...
Disadur dari Kompas.com disini , produk AHM yang komplit mulai dari skutik entry level, bebek, sport sampai yang big bike memiliki spesifikasi yang tentu saja berbeda. Semenjak dirilisnya BBM baru berngaran pertalite yang punya RON 90 tersebutlah (hehehee..kayak dongeng) seorang dosen teknik mesin ITB, Tri Yuswidjajanto membeberkan kecocokan bahan bakar untuk produk Honda. Mengapa Honda aja? Hehehehe meneketehe...



Pak Yus ini ternyata ikut menjadi anggota tim peneliti Pertalite. Beliau menjelaskan spek mesin sebaiknya sesuai dengan kadar RON suatu bahan bakar, "Menggunakan bahan bakar memang harus disesuaikan dengan rasio kompresi. Terlalu rendah spek bahan bakar akan berkurang tenaganya, kalau terlalu tinggi juga tidak maksimal terhadap mesin kendaraan," ujarnya.

Bahan bakar dengan kadar RON 88 (Premium)ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, 10-11, cocok pakai RON 92 (Pertamax). Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih ccock pakai RON 95 (Pertamax Plus).

Nih detailnya..

Model Sepeda Motor Honda dan Konsumsi BBM-nya

Bebek
Kompresi
Bahan Bakar
New Honda Blade
9,3 :1
Pertalite
New Revo FI
9,3 :1
Pertalite
New Supra X FI
9,3 :1
Pertalite
Supra X PGM-FI
9,3 :1
Pertalite
     
Skutik
Kompresi
Bahan Bakar
Beat Pop eSp
9,5 : 1
Pertalite
All New PCX
10,6 : 1
Pertamax
All New Scoopy eSP
9,5 : 1
Pertalite
Spacy PGM FI
9,2 : 1
Pertalite
Vario 125 eSP
11,0 : 1
Pertamax
Vario 150 eSP
10,6 : 1
Pertamax
New Vario FI
9,2 : 1
Pertalite
     
Sport
Kompresi
Bahan Bakar
CBR 150R
11,0 : 1
Pertamax Plus
CBR 250R
10,7 : 1
Pertamax
Mega Pro FI
9,5 : 1
Pertalite
Verza
9,5 : 1
Pertalite
     
Big Bike (moge)
Kompresi
Bahan Bakar
CB 500 F
10,7 : 1
Pertamax
CB 500 X
10,7 : 1
Pertamax
CB 650 F
11,4 : 1
Pertamax Plus
CBR 1000 RR
12,3 : 1
Pertamax Plus
CBR 650 F
11,4 : 1
Pertamax Plus
NM4 Vultus
10,7 : 1
Pertamax

Pada prakteknya mungkin untuk bro semua yang di daerah-daerah yang agak kesuitan mendapatkan pertamax biasanya memaksa kendaraannya minum premium yang beroktan rendah 88. Secara kasat mata sih memang tidak terlalu berefek ya.

Yang baru saya tahu malah itu CBR 150 R kompresinya malah ebih tinggi dari yang 250 cc. Justru Kompas keliwatan dengan memasukkan CB150R StreetFire ke daftar itu. Kompresi CB150SF sih sama saja dengna CBR 150 R New.

Pertalite sekarang ini dijual 8.400 rupiah dan kabarnya beberapa bulan kemudian disesuaikan lagi harganya di rentang 8.700 sampai 8.900 rupiah. Semoga saja Pertamina mempercepat  penyebaran pertalite ini ke pelosok. Kenapa, karena lihat saja list di atas. Baik di kota maupun desa motor-motor canggih itu ada. Di Jepara CBR150R aja bejibun yang pede nenggak premium. hehe

Semoga berguna.

sumber: Kompas.com dan lainnya












Kamis, 16 Juli 2015

Coretan Pak Hoesie




Seingatku bapak belum pernah langganan koran sore Wawasan. Dari dulu hingga saat ini langganan Suara Merdeka. Di SM yang paling kukenal itu kartunnya mas Joko Susilo dengan ciri khas anak kecil udele bodong yang sering nimbrung di tiap karyanya. Pak Koesnan Hoesie, pertama saya tahu dari facebook temen wartawan Wawasan biro Jepara, Pak Erte kalau saya panggil dia. Lengkapnya Budi Santoso, orang Semarang. Suatu kali Pak Erte ini pasang gambar profil baru berupa kartun dia berkalung karma DSLR dan nggendong si buah hatinya yang laki-laki. Dari kartun itu saya seperti pernah melihatnya di suatu media. Nah setelah ditelusuri kartun itu karya Pak Hoesie.
Saya tertarik dengan gayanya Pak Hoesie. Coretan beliau sepertinya asal dan tidak terlalu mementingkan kerapihan. Saya bayangkan prosesnya ini pasti cepat. Corat-coret, kasih warna sedikit….dan jadi! Itu bayangan saya. Bisa saja salah. Terbukti ketika awam seperti saya coba menggambar model seperti itu pun susah.



Coretan yang terkesan asal-asalan tetapi mata kita tak bisa menolak jika kita bilang pose di tiap karakter gambar di atas memiliki gaya yang tidak wagu dan nyaman dilihat. Bentuk kepala yang asal mblenduk pun asyik dinikmati dan tampak lucunya.

Saya sering kesulitan menentukan lekuk-lekuk siku dan lutut untuk menciptakan pose yang manusiawi bagi mata penikmat kartun. Tapi Pak Hoesie dengan tang kelihatannya asal coret itu bisa sreg di hati penikmat kartun.

Pernah saya iseng bertanya via komen di Facebook. Saya tanya soal alat tulis apa yang beliau gunakan untuk menggambar. Dengan singkat beliau jawab, "Dengan tinta Cina" Wow.... seketika itu langsung saya googling dan mendapati bahwa memakai tinta Cina tentu memakai kuas. Semakin kagum saya. Itu menurut saya memiliki tingkat kesulitan tinggi. Meski di beberapa karyanya saya juga mendapati beliau sepertinya memakai spidol hitam kecil. Kalau tidak salah.

Bagi saya gaya Pak Hoesie di karya-karya kartunnya sangat cocok. Centil, nggombloh, tampak ngasal dan yang pasti ada nilai lucu dan kritik.




Senin, 24 Maret 2014

Tren Topeng Vendeta (Anonymous)

Siapa tak mengenal karakter Vendetta sang revolusionis? Ya beberapa orang memang tak mengenalnya. Mungkin orang yang sering berkutat dengan internet lah yang paling mengetahui. Itupun kalangan pemuda saja, mungkin.

Tren cosplay sangat berpengaruh pada ketenaran tokoh-tokoh karakter film atau komik. Beberapa karakter yang cukup long lasting adalah karakter Vendetta yang terkenal dengan kumis dan senyumannya yang khas.

Apalagi di era internet di mana ada sekelompok hacker atau peretas yang menamakan diri mereka dengan Anonymous yang memakai topeng Vendetta. Tak ayal kepopuleran Vendetta menjadi tren tersendiri. Pun dengan topengnya.

Banyak di website jual beli dam sosial media yang menawarkan topeng khas Vendetta ini. Harga di rentang 60 ribuan hingga 300 ribuan.

Ada lelucon soal hacking activity yang menyatakan, "cukup bisa deface dan pakai topeng Vendetta bisa dibilang sebagai hacker?" Istilah inilah yang sering dipakai untuk lelucon di kalangan penyuka komputer terutama ABG.

Sekian nanti dilanjut.

Senin, 21 Januari 2013

Motor Baru

Produsen sepeda motor di Indonesia gempur-gempuran mengisi ceruk harga yang belum terisi. Setidaknya beginilah analisa para blogger top macam indobiker, tmcblog atau iwanbanaran. Perang antara dua pabrikan terbesar, Honda dan Yamaha menjadi yang terpanas. Masing-masing punya strategi sendiri-sendiri.

Baru saja kita dibikin heboh dengan pemberitaan yang massive tentang perang CB150R SF dengan Vixion Lightning bulan sudah muncul lagi motor baru dari kedua pabrikan tersebut. Honda yang beberapa tahun kemarin dihajar Vixion untuk segmen motor sportnya 'ngamuk' dengan sekaligus menelurkan dua jagoan dalam jangka waktu yang berdekatan. Hebohnya si teralis CB150R sudah kita dengar setahun lalu dari terawangan para blogger senior akhirnya terbukti memang dikeluarkan Honda. Berbekal mesin turunan dari CBR150R yang DOHC injeksi, CB head to head dihadapkan langsung dengan Vixion. Kabar santer keduanya sempat gempar selama berbulan-bulan. Waktu peluncurannya pun ditempatkan di munggu yang sama. Bener-bener duel.
Honda Verza 150, mengembalikan kegagahan Mega Pro (gambar: stephenlangitan)
Seperti baru kemarin Honda gegeran sama Yamaha di kelas 150 cc ini muncul lagi varian lain dengan kubikasi sama yang dilabeli Honda Verza 150. Sebenarnya kabar akan munculnya motor ini sudah sayup-sayup terdengar sejak lama. Bisikan para blogger meluas di dunia maya. Ini salah satu bukti Honda ingin merebut segmen motor laki dari Yamaha. Jika CB150R dihargai sekitar 22 jutaan maka si Verza yang mengusung mesin mirip New Mega Pro dipatok di angka 16-17 jutaan. Ngeri....karena ceruk harga segitu biasanya ditempati bebek-bebek super sepert Satria FU 150, CS-1 dan Jupiter MX. Ini dengan uang yang hampir setara sudah dapat motor laki yang termindset lebih tangguh dari bebek. Honda konsisten dengan anggapan masyarakat yang terlanjur menganggap motor Honda irit bandel dan tahan lama serta operasional banget. Kuat untuk beban berat juga termindset untuk pabrikan Honda. Mungkin Honda belajar dari NMP bahwa konsumen di negara kita lebih menyukai desain ala Mega Pro lama yang double shock, ini si Verza juga pede dengan shock stereo.

Pengabut bahan bakar Verza sudah injeksi. Untuk pelek tersedia versi palang dan jari-jari. Sedangkan spidometer info terakhir yang penulis baca dari blognya kang Iwan Banaran berdesain cukup modern namun minus rpm meter. 

Di segmen skutik, motor baru yang hadir dalam waktu dekat ini ada Yamaha Xeon RC. Merupaka produk lanjutan dar Xeon lawas yang sudah beredar di Indonesia tapi keberadaannya semakin tergerus hadirnya Vario 125 PGM-FI. Honda membekali banyak vitur unggulan untuk si Wantufaiv. Seperti yang sudah ada di skubek h=Honda lain yaitu parking brake lock dan side stand switch untuk fitur keselamatannya. Kali ini Yamah tak malu-malu menerapkannya pada produk baru mereka si Xeon RC. Rem parkir di Xeon diistilahkan dengan Smart Lock System sedangkan standar sampingnya diberi nama Smart Stand Switch.

Yamaha Xeon RC lawan tangguh Vario 125 PGM-FI (gambar: kompas otomotif)

 Sebenarnya ada satu lagi yang masih samar-samar akan dijadikan motor baru di Januari ini. Adalah Kawasaki yang kabarnya akan menelurkan turunannya ER6N dengan mesin Ninja. Rumor ini sudah ramai di blog-blog. Namun pihak Kawasaki lebih suka produk ini tetap misterius untuk ke depannya.

Beginikah calon Ninja 250 FI 'telanjang'?
Semoga artikel yang tak seberapa ini membantu.

Tigor

Jumat, 07 Desember 2012

otodesain.net Wadahnya Desainer Motor

Ketinggalan berita nih ceritanya....baru baca Motor Plus edisi terbaru ada info tentang komunitas desainer motor yang lagi in di dunia maya. Langsung buka laptop kejar ke TKP buat liat apa aja isinya otodesain.net ...

Manteep. semua desain-desain jos ada di sini. yang mau posting gambar gampang saja tinggal register langsung di web nya. Atau bisa juga kok login lewat facebook dan twitter atau sosmed lain, gampang banget.


Langsung ujicoba aja. Karena agak males desain penulis cari aja di folder-folder lawas saat masih getol desain. Dipilihlah Honda Blade lawas warna orange ini yang udah disotosop jadi supermoto. Ternyata emang gampang, gak pake lama itu Honda dah nampang di halaman beranda otodesain.net. 

Bro juga bisa kirim gambar sket manual selain digital. Sket manual memungkinkan desain bisa lebih liar. Ada juga pilihan upload inspirasi desain dari desainer lain. Tak hannya motor secara utuh tetapi part-part atau bagian motor bisa juga diunggah.

Cek bro!!!

Rabu, 14 November 2012

2013 Ducati Hypermotard

Apa kesan brothers kalau sekilas lihat desain Ducati ini? Berbekal mesin V-twin  812 cc kali ini Ducati pede meninggalkan tradisi lama silinder bersirip. Di motor yang resminya dipanggil 2013 Ducati Hypermotard ini sudah nyantol radiator dan silinder mesin minus sirip pendingin.


Motor yang mbrojol sehari sebelum EICMA Milan ini kabarnya akan dirilis dalam dua versi. Nama resminya selain 2013 Ducati Hypermotard "biasa" ada juga 2013 Ducati Hypermotard SP dengan perbedaan mencolok di bagian peredam kejut. Shock depan Hypermotard biasa memakai upside-down Kayaba 43 mm dan monoshock Sachs. Sedangkan versi SP nya dipersenjatai upside-down 50 mm dari Marzocchi dan Ohlins di monoshock belakang. Selisih harga keduanya hingga 2700 dolar Amrik lho.

Melihat desainnya secara keseluruhan sangat mengagumkan dan sangat khas Eropa. Tampak samping jadi ingat paruh burung dodo yang konon sudah punah. Dengan panel bodi minim namun berkarakter, roh mesin Ducati jadi lebih terlihat. Semakin penuh dengan sasis tubular alias teralis yang legendaris dan sudah menjadi trademark Ducati. Hehe entah berapa duit kalo diekspor ke Indonesia?

TPblog

Gambar dari asphaltandrubber.com

Pertama Rossi Nongol dengan M1 setelah dari Ducati


TPblog baca dari asphaltandrubber.com tampak foto yang disinyalir sebagai foto pertama Valentino Rossi di atas Yamaha untuk musim 2013. Menurut situs itu gambar diambil oleh Steve Blackburn seorang mekanik Yamaha Tech 3 yang menguploadnya ke akun Twitter. Gambar diambil di Valencia, dengan cuaca yang masih agak mendung. brrrr kita tunggu foto-foto lainnya...Rossi dan fans sama-sama gak sabar... sabar ye.. (foto dari asphaltandrubber.com)

TPblog

Selasa, 13 November 2012

Model mana yang lebih cocok dijual di Indonesia?

Sudah tersebar di web-web atau blog baik internasional maupun nasional, Honda global produk merilis enam jenis motor baru. Selain empat di bawah ini ada lagi Honda Goldwing F6B mewakili moge laki touring dan NSS300 Forza mewakili matic raksasa ekstra nyaman. Di sini TPblog khusus membahas aliran desain empat  motor lain dari enam selain dua motor tadi. Alasannya di Indonesia sedang mewabah motor sport baik yang berfairing maupun model telanjang alias naked. Kita ulas satu persatu model seperti apakah yang paling pas untuk pasar Indonesia. Monggo....
Model naked tampak lebih akrab untuk kebanyakan orang Indonesia (gambar dari cycleworld.com)
Yang pertama ada Honda CB500F. Yang ini jelas sudah ada kemiripan dengan jagoan baru Honda Indonesia yaitu Honda CB150R. Bisa diartikan model seperti ini yang paling cocok dengan Indonesia karena pasti tim R&D nya sudah riset dan ternyata model seperti ini akan diaplikasikan ke mesin 150 cc nya CB. Apa iya? Kita lihat yang lain...

Crossover baru Honda. Kalo sudah ada CB150R, model gini mau dimusuhkan siapa? (gambar dari motorcycleworld.com)

Model kedua yang mirip-mirip CS-1 yang kurang laris di tanah air. Honda CB500X. dari seri X nya saja ketahuan ini kelamin crossover. Sama juga kayak CS-1. Tetapi apakah konsumen Indonesia doyan model beginian? Berkaca dari kasus kurang merakyatnya CS-1 model begini kalau maksa dijual misal namanya Honda CB150X kelihatannya terlalu berlebihan. Karakter Honda Indonesia lebih suka rebutan kue di segmen yang sama dengan kompetitor. Maka TPblog bilang model ginian bakal kurang laris bo... Lagipula biasanya Honda suka melawan merk lain head to head, dan jika membuat segmen baru banyak gagalnya.. hehe contohnya ya CS-1 itu tadi juga Revo matic yang jarang seliweran di jalan.
Aroma sport tapi ergonomi nyaman, model agak nanggung. (gambar dari cycleworld.com)
Honda CBR500R ini sebenarnya cukup manis, hanya saja kurang keren. Istilah fotografi komposisinya kurang enak dilihat. Kita pantengin dari depan. Batok lampu dan tudung depan jika dilihat dari samping tampak mbendhol dan kegedean. Setang tinggi dan jok depan agak lebih rendah. Serta jok belakang yang 'akrab' untuk boncenger. Nampaknya Honda memang menyasar kenyamanan untuk motor ini. Meski baju sport tulen tapi sekilas orang yang menaikinya tidak akan terlalu pegal jika dibanding dengan motor yang di bawah ini......

Sport tulen, kayaknya cuma buat bikerholic tulen juga. Favorit freestyler dunia. (gambar dari motorcycleworld.com)

Ini dia jagoan di kelas menengah. Tapi lihat mukanya.... Mirip siapa? Yamaha Mio Soul GT!!! TPblog berpendapat Honda ini dari depan "gak Honda banget", beda dengan buntut yang mengikuti sejarah desain Honda CBR600R terdahulu dengan knalpot nempel. Melihat segala komponennya memang tampak lebih serius, seperti upside-down fork depan, kaliper piston banyak, floating disk (kayaknya sih), desain pelek yang tidak macem-macem, swing arm ala kompetisi, buntut nungging, setang sejajar jok depan (pegel dah).
Tapi jangan salah, TPblog baca di berbagai artikel, penyuka generasi CBR600 yang dipakai untuk freestyle dan atraksi termasuk paling banyak di antara merk lain...wuahhh.

Monggo, ini hanya analisa pribadi saja jika mungkin AHM membuat atau mengimpor jenis motor sepert di atas, kira-kira mana ang diterima publik paling banyak...

TPblog

Senin, 05 November 2012

Honda CB150R Streetfire, Area Mesin yang Nyenengke

Honda CB150R tampak kompak dengan segala komponen yang mengkomposisi area engine (foto dari Motor Plus)

Nyenengke, itu yang cuma bisa TPblog bilang kalau lihat sekilas area mesin keluaran Honda terbaru, CB150 R Streetfire. Dengan sasis tubular alias teralis dan terkesan ribet, motor ini jadi kelihatan lebih laki. Tidak terlalu mulus dengan mesin yang terlihat simple. 

Memang antara simple dan tampak ribet adalah selera tiap individu. Ada yang suka mesin terlihat rapi yang cuma kelihatan gelondongan saja atau ada juga yang suka mesin tampak ribet penuh dengan komponen-komponen pendukung seperti lekuk selang radiator, rangka, kabel ini itu atau bahkan kick-starter. Dari beberapa rekan TPblog mengaku suka style ribet dan terkesan "sibuk" serta padat.

Bagaimana pendapat sampeyan....?

TPblog

Yamaha New V-Ixion Canggih Tanpa Kick Starter

Lekuk seksi deltabox tak terhalangi lagi oleh kick-starter (foto dari Motor Plus)
Yamaha New V-Ixion resmi diluncurkan oleh PT YIMM pada JMCS yang berakhir kemarin 4 November 2012. Bicara mengenai design sudah banyak dibeberkan oleh bloggers sepotong demi sepotong. Mulai dari batok lampu, desain tangki, desain bodi belakang, lebar ban, desain knalpot dan minusnya kick-starter.

Khusus poin terakhir adalah salah satu poin yang menjadi bahasan di beberapa forum dan blog. Itu karena berkaca dari pengalaman Suzuki yang pernah menjual Thunder 125 tanpa engkol dan babak belur dalam penjualan (meski banyak faktor yang mendasari hal itu). Tetapi mindset orang kita terhadap motor memang susah-susah gampang bergeser. Misal, kekhawatiran soal aki tekor jika terlalu sering memakai electric starter, Atau ada yang punya kebiasaan memanaskan motor dengan mengengkol beberapa kali dengan kondisi kontak motor off (bermaksud menaikkan oli dan 'menyiapkan' ruang bakar sebelum dibakar beneran, #perkiraan TPblog saja ini).

Dalam keterangannya M. Abidin GM Technical PT YIMM kepada Motor Plus bahwa calon konsumen tidak perlu khawatir dengan aki tekor  karena sudah ada pembenahan untuk menghindari itu.

Menurut TPblog dengan sejarah penjualan V-Ixion lama yang superb mungkin Yamaha tak perlu khawatir poin kick-starter jadi penghalang untuk bertarung dengan Honda CB150R Streetfire. Let see....

TPblog

Minggu, 12 Agustus 2012

Suzuki Inazuma, Jakarta 46 Juta On The Road


Penggemar touring! Nih Suzuki sudah buka inden Suzuki Inazuma 250. Di Jakarta motor SOHC berkapasitas bersih 248 cc dua silinder ini dibuka di angka 46 juta rupiah (on the road). Ada dua piluhan warna yang disediakan yaitu candy cardinal red dan pearl nebular black. Harga ini lebih mahal daripada Honda CBR 250 R non ABS yang dijual 40,5 juta rupiah, terpaut sedikit dengan versi ABS yang dilepas 47,15 juta.

Kelebihan Inazuma 250 adalah dapur pacu yang sudah 2 silinder. Sedangkan dari segi tampilan dan impresi berkendara, Inazuma berbeda dengan Ninja dan CBR. Inazuma mengambil segmen non fairing dan cenderung ke touring jarak jauh. Bisa terlihat dari desain jok yang menyatu dengan pembonceng serta desain bodi yang mencari kenyamanan. 

Syarat inden cukup sediakan 2 juta rupiah dan fotokopi KTP. Tetapi pihak PT SIS belum mengeluarkan pernyataan kapan unit Inazuma sampai di tangan konsumen. Pendaftaran inden hanya bisa di lakukan di dealer atau cabang yang sudah mendukung sistem injeksi. Monggo.....

Bikin Nyaman Honda CRF 250 L

Meski belum dijual bebas di Indonesia, Honda CRF 250 L ini sudah dijual oleh importir umum salah satunya ole Probike di Jalan Panjang 88A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Honda baru ini untuk mengimbangi Kawasaki KLX 250 S yang sudah lama mengaspal di Indonesia. Dibekali mesin 250 cc yang katanya sama dengan CBR 250 R yang sudah DOHC, motor dua alam ini berkarakter overbore. Langkah piston lebih pendek daripada diameter. Karakter seperti ini menjanjikan kendaraan yang smooth dan mengedepankan kenyamanan harian daripada torsi.

Di Indonesia salah satu media yang sudah mencoba motor ini adalah Otomotif. Di websitenya salah satu point yang dicermati adalah kenyamanan berkendaranya. Motor yang diproduksi di Thailand ini dari segi dimensi tinggi tidak seperti KLX 250. CRF ini sedikit lebih bersahabat untuk orang bertinggi pas-pasan semisal 165 cm. Mereka hanya perlu sedikit jinjit atau menggantung satu kaki untuk tetap berpijak di tanah.  Selain itu, karakter lembut shock belakang yang ambles setelah diduduki juga mempebri pengaruh kenya manan. Otomotif juga memberi poin lebih pada jok motor trail ini jika dibandingkan dengan kompetitornya. Jok CRF 250 L tetap lebar hingga ke ujung belakang hingga nyaman dipakai turing.

Desain CRF 250 L ciamik dicermati. Dengan konsep yang tidak "terlalu melebihi jaman" CRF ini tampak lebih sopan dan kalem dibanding kompetitor yang terkadang terlalu racing look atau future look dengan desain tajam. CRF ini di beberapa bagian masih membulat dinamis, khas Honda seperti jika kita bandingkan Honda CBR 250 dan Kawasaki Ninja 250. 

Dari segi tampilan panel meter, tak tampak ada takometer. Hanya ada speedometer, fuelmeter, odometer. Fitur lain yang unik adalah penempatan bagasi kecil di balik nomor start sebelah kiri. Jika kita buka covernya tampak kotak kecil cukup untuk kunci-kunci kecil atau lap dan sarung tangan. Untuk cover nomor start kanan untuk cover knalpot.

Modifikasi untuk Kenyamanan Lebih
Tak bisa dipungkiri meski CRF ini motor dua alam yang dinamis, tetapi untuk perjalanan jauh masih kalah nyaman dengan motor berjenis turing. Jok yang sedikit kecil dan tipis adalah penyebabnya. Penulis menemukan sebuah forum jual beli di Thailand yang salah satu CRF nya dimodifikasi jok dan dipasang rak barang di belakang.


Rak stainless steel didesain begitu lebar dan sepertinya diperuntukkan membawa barang yang banyak dan berat. Terlihat di samping kanan kiri dibuatkan semacam pagar supaya barang tidak oleng kanan kiri. Tampilan semi sporty HOnda CRF 250 L berubah drastis menjadi touring bike. Selain itu sang penjual menambahkan busa jok dankulit jok yang didesain untuk diikatkan di jok asli. Jadi saat tidak diperlukan bisa langsung dilepas maka tampak jok aslinya. Ide yang cukup kreatif dan perlu dicontoh untuk penggemar trabas jarak jauh.

Selain dua hal penting di bagian belakang, area kemudi dilengkapi handguard yang diklaimnya memiliki kualitas tinggi. Selain itu panel dashboard dilengkapi soket 12 volt untuk GPS atau perangkat lain.

Untuk sementara, Honda CRF 250 L belum bisa disediakan oleh Astra Honda Motor. Bagi penggermar Honda tentu menunggu diluncurkannya motor ini oleh ATPM di Indonesia. Karena harganya pasti di bawah importir umum. Apalagi kalau bisa CKD di Indonesia pasti banderolnya tidak selangit. Bagaimana Honda?


Sabtu, 11 Agustus 2012

Rossi Kembali Ke Yamaha

Pasti. Legenda 9 kali juara dunia asal Italia yang nyleneh, Valentino Rossi bernostalgia dengan tim lamanya Yamaha di Moto GP. Setelah mencari info seputar kebenaran kabar ini, penulis langsung bertanya pada satu hal. Apakah paddock Lorenzo dan Rossi tetap akan dipisah seperti dulu? Hahaha, pertanyaan yang wajar karena bisa dibilang sebelum Rossi pindah ke Ducati, Yamaha seperti punya matahari kembar di timnya sehingga untuk setting motor pun harus dipisah. Rossi menandatangani kontrak selam dua tahun mulai kompetisi 2013, sama dengan kontrak Lorenzo. Lin Jarvis, managing director Yamaha Racing langsung yang mengumumkan pindahnya Rossi. 

Valentino Rossi mengalami musim yang buruk dengan Ducati sejak kepindahannya pada 2011. Dari kelebihan tenaga motor sampai kesulitan menikung semua sudah diperbaiki Rossi dan tim. Hingga secara frontal musim kemarin Rossi meminta Ducati untuk keluar dari pakemnya dalam hal rangka, Jika biasanya Ducati konsisten dengan rangka tubular, Rossi menginginkan rangka deltabox disematkan untuk menggendong mesin. Alasannya tetap agar Desmodesici mudah dikendalikan.

Kembalinya Rossi tak hanya dirayakan tim balapnya, tetapi seluruh penggemar Rossi yang rindu akan tayangan Moto GP yang seru dan menghibur. Khusus di Indonesia yang merupakan pasar Yamaha terbesar di dunia kembalinya Rossi seperti durian runtuh. Dari sisi marketing, Lorenzo menurut pendapat penulis masih kurang moncer dibanding nama Valentino Rossi. Ini akan jadi senjata YIMM untuk bersaing dengan Honda dan Kawasaki (Suzuki masih tidur, Bajaj merangkak, TVS tertatih dll). Kita tentu ingat bagaimana saat Rossi selama tujuh tahun di Yamaha, penjualan motor Yamaha di Indonesia mencatat rekor dengan menyalip Honda!

Sekarang kita lihat saja tahun depan apakah dengan usia 33 tahun Rossi masih tajam kukunya di aspal panas Moto GP? Dengan mundurnya Stoner dari dunia balap maka saingan Rossi terbesar datang justru dari kamar sebelah alias Jorge Lorenzo. Yamaha yang dibangun Rossi dulu kini disempurnakan oleh Lorenzo. Selain dia ada pula Pedrosa yang meski kurang stabil dalam penampilannya tetapi tetap selalu berada di baris terdepan. Sementara mantan juara dunia lain Nicky Hayden sampai sekarang masih memiliki masalah yang sama dengan Rossi di Ducati. Seru lagi?

Minggu, 05 Agustus 2012

Kawasaki KLX 200?

Wah, di beberapa blog ada kabar KMI akan menelurkan KLX berisi 200 cc. Ini mungkin untuk menjawab tantangan dari biker KLX 150 S yang sedikit mengeluhkan ukuran yang katanya pas untuk orang Indonesia namun kenyataannya banyak yang suka mengganti ring roda dengan yang lebih tinggi. Selain itu ada keluhan pula tenaga dan beberapa komponen mesin KLX 150 S kurang tahan lama untuk berpetualang ekstrim. Bagian kopling paling seriing dikeluhkan.

Jika benar ini memang sangat realistis mengingat KLX 250 maupu D-Tracker 250 harganya selangit di atas 30 juta. Ini seperti langkah Honda yang katanya akan mengeluarkan motor 150 cc bermesin CBR 15 R dan rangka tubular yang mengambil segmen harga di antara Mega Pro dan Tiger. Harapan biker akan dituruti di KLX 200 ini. Dengan mesin sedikit lebih besar, ada kemungkinan motor ini pakai ring 18" di roda belakang dan 21" di depan.  Dengan begitu jarak tanah ke jok pun meningkat. Entah akan diambilkan dari mesin motor apa ini KLX 200. Mengingat di Kawasaki pusat sana adanya 140 cc (dipakai KLX 150 S) dan di atasnya ada 250 cc. Mungkin ini benarr-benar varian baru hanya saja brother semua tak akan mengetahuinya dari website manapun karena bisa jadi Indonesia sekali lagi ditunjuk sebagai yang pertama untuk perilisnya seperti Ninja 250 kemarin.

Pantas ditunggu.