Kamis, 17 Mei 2012

Modif Santai Honda C70 di Motor Plus Minggu Ini

Honda C70 selalu punya nilai seni tinggi untuk dimodifikasi. Cover Motor Plus edisi No. 690/XIII menampilkan komunitas atau kumpulan pencinta Honda Kaoto (sebutan di Jepara untuk C70) yang merupakan gabungan kelompok penggemar fixie dan vespa. Bisa ditebak tampilannya pasti serba minimalis dan eyecatching.


Mereka kompak menerapkan setang terondol bahkan beberapa memakai setang sepeda gir satu ini. Meski gitu, lampu tetap terpasang walau digusur ke bawah komstir. Karena ngejar simple beberapa pemakai tidak pasang rem depan supaya area kemudi minim kabel seliweran. Pemilihan velg bervariasi. Yang menarik ada yang pasang velg dop yang tanpa jari-jari itu. Senada dengan velg mereka sepakat melengserkan spakbor depan dan pasang ban kembangan jadul.


Pindah area buritan ekor bebek mungil ini dipotong sesuai selera dan menyisakan sedikit busa jok.


Maniiiiiissss...


Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 03 Mei 2012

242 Kilometer Tanpa Oli?

Gila. Toyota Avanza dan Honda Revo ini dibesut tanpa oli. Iya, produk baru dari Canada bernama Lupromax ini yang memungkinkan motor melaju tanpa oli di dalam mesinnya. Bahkan penasbihan ini secara resmi dimasukkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Minggu, 29 April 2012 di Serpong, Tangerang, Banten. 

Pengetesan tersebut bisa dibilang abnormal. Motor dan mobil yang akan diuji tentu sudah ada oli di mesinnya ditambahkan cairan Lupromax sebanyak satu botol berisi 30 ml. Kemudian kendaraan dipakai muter-muter sekitar 500 meter baru oli mesin dikuras habis sampai tetes akhir. Untuk meyakinkan rekor ini, lubang oli disegel oleh MURI.

Di tabloid Motor Plus edisi No. 688/XIII menyebutkan target awal pengetesan adalah 85 km karena rekor sebelumnya sejauh 81,9 km. Akhirnya hari itu diputuskan untuk melaju terus. Jarak yang dapat dicapai sangat fantastis. Kendaraan tanpa oli bisa berjalan sampai 242.8 km! Itu dicapai dengan waktu 7 jam 35 menit.

Ruby Widjaja CEO PT Magna Indonesia yang mempunyai produk Lupromax seperti yang disebutkan Motor Plus mengatakan mesin yang dipakai masih tetap halus dan tidak kenapa-kenapa. "Kuncinya durability Lupromax yakni adanya formula aditif Heat Activated Technology (HAT)", imbuhnya.

Sabtu, 28 April 2012

Stoplamp Ninja 250 di Yamaha Byson

Bukan bermaksud menjiplak tulisan Otomotif, tapi ini sekedar berbagi betapa kerennya lampu belakang punya Ninja 250 ditemplokin ke buntut 'Si Kebo' Yamaha Byson. Tampil di halaman 63 Tabloid Otomotif edisi 49:XXI, ada tiga Byson yang diprofilkan buntutnya.

Adalah Byson hitam milik Kemal Ahmad, biru metalik milik Abdul Rahman dan kelir putih ala turing kepunyaan Romadoni. Ketiganya berplat AB. Bentuk lampu belakang Ninja memang sangat pas dipasang di buntut Byson. Baik dari segi ukuran maupun estetika. Harganya pun hanya 100 ribu rupiah sudah berteknologi LED pula. Jika dibandingkan dengan aslinya yang nemplok di undertail menurut mereka punya Ninja lebih terang.

Di Otomotif edisi tersebut juga diterangkan cara pemasangannya. Setelah dapat satu buah stoplamp Ninja 250, kita siapkan panel buntut Byson yang perlu dicoak sesuai dengan profil lampu. Setelah terbuka buntutnya, tampak ada bagian behel Byson yang melintang di bagian dalam. Menyiasatinya agar lampu ninja bisa masuk yaitu dengan mencoak batok belakang stoplamp Ninja 250 tadi.  Untuk detail pemotongannya sesuai selera saja. 

Supaya kuat dipasang, stoplamp Ninja 250 dibuatkan dudukan dari plat 2 mm yang dibentuk sedemikian rupa (seperti huruf H) dengan 4 lubang baut 10 di tiap kakinya. Hal berikutnya tinggal mengatur kabel yang tadinya mengarah ke stoplamp Byson lawas di spakbor ke buntutnya. Lampu yang lama terserah apa mau cukup dismoke atau dilepas yang pasti agar tidak merusak tampilan belakang. Sip dah.