Selasa, 17 April 2018

Batok Stang Honda Vario 150 2018

Oke, kemarin 16 April 2018 AHM resmi mengenalkan Vario 150 dan 125 terbarunya. Update terbanyak tampak pada bagian body. Meski tidak meninggalkan guratan utama dari model sebelumnya rupanya bagian dada mengadopsi milik New PCX lokal yang juga produk baru yakni dengan gaya mata beralis. Jadi di atas lampu utama ada DRL yang panjang dari tengah hingga atas.
Penambahan DRL panjang ini menyebabkan dada sang Vario tampak membusung sehingga batok stang tampak kecil dan jadi mirip modifikasian jaman dulu.

Jadi dulu pas SD atau SMP masih ngetrend lah modifikasi gaya road race ala Hendriansyah. Leher penopang stand sengaja dipotong agar posisi kemudi jadi lebih randah dan bisa menunduk abis saat digeber. Tak jarang mereka mengorbankan fungsi lampu jadi tidak standar lagi. Ada yang jadi sorot lampunya mendongak bahkan banyak pula yang rela buta tanpa lampu. Karena saat itu semua motor lampunya di setang.

Kembali ke Vario. Rupanya Honda membedakan velg di varian 150 dengan 125. Vario 125 masih memakai model palang lurus seperti tipe sebelumnya sedangkan yang 150 cc memakai model baru yang menurut saya lebih cocok dengan aliran lekuk bodi si matic ini.

Dek kaki rupanya masih setia dengan model datar jadi bisa untuk beli air atau gas. Mungkin ini sudah riset dengan karakter konsumen di Indonesia. Yang mengagetkan justru di bagian belakang. Lampu sein dibikin nempel dengan spakbor seperti motor laki CB/CBR misalnya.Lampu rem sendirian nempel di bodi. Ini sih secara safety jadi peningkatan lebih baik, karena pemisahan lampu sein dan lampu rem akan memudahkan pengendara di belakang dalam memantau sinyal yang diberikan si pengendara Vario.

Demikian, mungkin sebentar lagi motor-motor ini sudah akan didistribusikan di daerah-daerah dan tak sabar rasanya mencoba joknya yang terkenal keras!

Salam

Selasa, 26 Desember 2017

Kawasaki W175 bikin gregetan new buyer

Selamat pagi bro.
Jadi ceritanya gini. Kan di blogosphere masih anget nih soal produk retronya Kawasaki. Apa lagi kalau bukan W175. Nah, pas anter istri ganti kartu ponselnya di pusat kota Jepara, kebetulan deket sama satu-satunya dealer resmi Kawasaki di kota Ukir ini bro.

Penasaran saya mlipir bentar kali aja ada unit W175 yang dipajang. Sebenarnya sih pesimis karena ini dealer kecil walaupun populasi KLX akehe rak sebahene alias banyak banget! Tapi namanya juga untung, ada dari kejauhan tampak tangki putih ala teardrop montok dengan perawakan motor kayak jaduls style gitu. Di sebelahnya ada mas-mas berbadan kekar dan tampaknya masih muda, terpantau mengelus-elus itu motor. Sesekali jongkok tengok sana-tengok sini. Di sebelahnya lagi mungkin Omnya si mas cekikikan ke masnya sambil pijit-pijit smart phone.

"Baru mas? Atau display nih?" Saya asal cuap. "Baru mas." jawabnya.
"Berapa harga di Jepara mas?"
"31 mas"

Oh ga beda jauh ternyata bro, di Jakarta harganya mulai sekitar Rp 29,8 dan kalo sampai Jepara yang notabene kota kecil bisa dapet 31 juta ya cucok benget.


Singkat cerita, saya tanya apa udah nyoba motornya, rasanya gimana, bannya yang 17 inch kerasa kekecilan apa ndak, bla bla bla kepo gitu.  Dan mereka berdua salingpandang dan nyengir. Eh ternyata kejadian simple tapi cukup menyesakkan menimpa mereka bro!
Kunci motor tertukar sama konsumen di Semarang! Walaaaaah...mbededek atiku juuuuu... Aku yakin, itu mas-mas guatel tangannya buat nyobain si retro. Gimana nggak, motor baru, cash, tapi kunci ndak ada. Apees tenan. Wis yang penting sabar mas bro ndak perlu keringet dingin gitu, nanti juga kuncinya nyampe ke tangan. Iya, tapi nanti malem mungkin. hehehe....

Sambil menghabiskan waktu, karena istri juga belum selesai dengan urusannya. Ternyata si mas yang punya W175 tadi sudah gatel juga buat modif. Sebenarnya dia pengen yang versi tangki warna silver dan jok warna coklat, alasan dia retronya kental dengan warna itu. Tapi apa daya, stok terdekat ya warna putih seperti ilustrasi di atas itu. Menurutnya dia cukup penasaran dengan penampilan dan feel dari lingkar roda yang 17" dan dia berencana menggantinya dengan yang 18". 

Menurut saya sih cocok banget pake 18", apalagi jika dilihat dari depan, tangki W175 sebenarnya sangat lebar dan montok, jadi tampak kedodoran denga roda ring 17".

Lha, menurutmu gimana bro, kalau ada Kawasaki W175 di tangan bagian apa saja yang ingin diubah bro. Motor ini memang bahan banget! Cheers

Sabtu, 18 Juni 2016

Di Mana Populasi Yamaha Xabre?

Entah saya yang kurang sering di jalanan atau memang minim populasinya, motor yang sejatinya sudah diluncurkan berbulan-bulan lalu tetapi sampai hari ini belum pernah lihat seliweran di jalan. Padahal ini motor digadang-gadang sebagai pendobrak tradisi motor produksi massal di Indonesia.

Meski bukan yang pertama pakai shockbreaker upside down (ada lebih dulu Kawasaki D-Tracker 150) tetapi perlu diingat ini adalah produk Yamaha yang notabene sedang perang dengan Honda kan? Lebih-lebih warna USD nya sangat mencolok kuning emas ala Ohlins gitu. Sudah pasti seharusnya gampang dilihat di jalanan.

Tak tanggung-tanggung, peluncuran Xabre langsung ditrigger oleh legenda Moto GP Valentino Rossi pada Januari lalu di Bali, kurang gahar apa coba? Apa pesona Rossi kurang charming untuk menghipnotis mootoris untuk meminang Xabre ini? Atau desain yang radikal belum siap diterima konsumen motor di Indonesia?

Di otosia.com, Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT YIMM pernah mengatakan bahwa target mereka untuk Xabre adala 5000 sebulan dan pada Februari sampai April waktu itu terjual 11.986 (delivered). Nah herannya ini pada dipake atau nggak sih motor ganteng ini? Di jalan ndak pernah lihat bro!